• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rektor Unsoed: Pencegahan ...

Rektor Unsoed: Pencegahan Kekerasan Seksual Harus Libatkan Semua Pihak

Senin, 23 Sep 2024, 18:11 WIB

PURWOKERTO - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq mengatakan pencegahan kekerasan seksual khususnya di lingkungan kampus harus melibatkan semua pihak.

"Pencegahan kekerasan seksual itu sesuatu yang harus dilakukan bersama-sama, kuncinya bersama-sama, enggak akan mungkin kampus bisa mengatasi sendiri," kata Rektor di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/9).

Ket. Foto: Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq — Sumber: ANTARA/Sumarwoto

Menurut dia, pencegahan kekerasan seksual di dalam lingkungan kampus kemungkinan bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan, kebersamaan, pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), dan sebagainya.

Akan tetapi begitu di luar kampus, kata dia, kalangan mahasiswi yang rentan terhadap kekerasan seksual akan hidup di indekos, hidup dengan masyarakat, dan hidup dengan pergaulan.

"Ini sungguh luar biasa. Jadi, kuncinya kebersamaan, antara Unsoed dan di rumah," kata dia menanggapi kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual yang menimpa salah seorang mahasiswi Unsoed. Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, juga kecerdasaan spiritual dan emosional.

Menurut dia, ketiga kecerdasan tersebut harus dibangun bersama-sama agar bisa terhindar dari kekerasan seksual.

Terkait dengan kasus yang menimpa salah seorang mahasiswi Unsoed, dia mengatakan kejadian di lingkungan kampus hanyalah pertemuan pelaku dengan korban dan selanjutnya membuat janji bertemu di luar kampus.

"Kampus itu melalui perjanjiannya, tapi proses pelaksanaannya itu 'kan melalui satu bentuk komunikasi lewat HP dan sebagainya. Itu yang mengerikan, dunia sekarang 'kan adalah dunia yang penuh dengan virtual, itu yang menyulitkan," kata dia.

Menurut dia, pembatasan secara fisik sangat mudah dilakukan namun untuk pembatasan yang berkaitan dengan virtual atau media sosial harus dilakukan secara bersama-sama. "Benteng dirinya adalah benteng pribadi sebenarnya, dan itu bisa terbentuk melalui keluarga yang utama, lingkungan," kata dia menegaskan.

Ia mengatakan kasus eksploitasi seksual yang menimpa salah seorang mahasiswi Unsoed itu saat sekarang telah ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas.

"Kalau kami, aspeknya adalah aspek edukasi. Kalau itu masih bisa memungkinkan untuk adanya pendekatan terutama perbaikan di aspek dia sampai lulus dan sebagainya, pasti kami dekati," kata Rektor Unsoed.

Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Alumni Unsoed Abdul Kholik mengakui kasus eksploitasi atau kekerasan seksual merupakan satu masalah yang banyak terjadi di berbagai kampus, tidak hanya di Unsoed. Kendati demikian, dia mengatakan khusus di Unsoed saat sekarang sudah ada satuan tugas khusus yang menangani, yakni Satgas PPKS.

"Tentu kami berharap dari waktu ke waktu, satgas tersebut dioptimalkan fungsi dan tugasnya, juga harus ada pencegahan," kata dia yang juga anggota DPD RI.

Menurut dia, pencegahan tersebut dalam arti pendidikan kepada para mahasiswa yang sekaligus untuk mengingatkan tentang adanya potensi-potensi kekerasan seksual, sehingga semua peluang yang mengarah terhadap tindakan tersebut bisa dihilangkan.

Seorang mahasiswi Unsoed berinisial OSF (19) diduga mengalami tindak pidana eksploitasi seksual yang dilakukan oleh seorang pria berinisal berinisial ND alias OV yang mengaku sebagai karyawan salah satu rumah produksi ternama.

Saat bertemu dengan OSF di lingkungan kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed pada hari Senin (26/8), pukul 14.00 WIB, pelaku menawarkan kepada korban untuk menjadi model iklan salah satu perusahaan makanan. Selanjutnya, pelaku meminta nomor kontak korban untuk menginformasikan jadwal interviu.

Keesokan harinya,Selasa (27/8), pukul 17.30 WIB, korban bertemu dengan ND di kafe salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Merdeka, Purwokerto, untuk melaksanakan interviu sambil minum minuman beralkohol.

Dalam interviu tersebut, pelaku membujuk korban untuk melakukan hubungan badan jika ingin menjadi artis terkenal.

Oleh karena diancam akan dilaporkan kepada Rektor Unsoed, korban akhirnya mengikuti bujuk rayu pelaku di salah satu kamar hotel tersebut.

Selang beberapa hari setelah kejadian, korban mengadu ke Satgas PPKS Unsoed dan selanjutnya melaporkan ke Polresta Banyumas.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas berhasil menangkap pelaku di Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa (17/9), pukul 19.00 WIB. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.