Yoon: Tak Perlu Senjata Nuklir untuk Lawan Korut

Sabtu, 21 Sep 2024, 02:48 WIB

SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk-yeol, mengatakan bahwa negaranya telah memiliki sistem yang dapat secara efektif menangkal dan menanggapi ancaman nuklir Korea Utara (Korut) tanpa memerlukan memiliki persenjataan nuklirnya sendiri.

"Korsel telah membentuk mekanisme yang secara efektif dapat menghalangi dan menanggapi ancaman nuklir Korut tanpa memerlukan persenjataan nuklirnya sendiri," kata Presiden Yoon.

Ket. Foto: Yoon Suk-yeol — Sumber: AFP/CHUNG SUNG-JUN

Presiden Yoon mengutarakan pendapatnya itu pada Jumat (20/9) saat melakukan kunjungan ke Republik Ceko, ketika ditanya oleh seorang reporter mengenai apakah Korsel secara serius sedang mempertimbangkan senjata nuklir.

Penegasan Presiden Yoon dilontarkan sepekan setelah Korut mengungkap fasilitas pengayaan uraniumnya untuk pertama kalinya dengan pemimpinnya Kim Jong-un menyerukan untuk meningkatkan jumlah sentrifugal untuk pengayaan uranium sehingga dapat meningkatkan persenjataan nuklir.

LaporanRadio Free Asiapada Kamis (19/9) bahkan menyatakan bahwa berdasarkan analisis citra satelit, bukti bahwa fasilitas pengayaan uranium Korut yang dicurigai sebagai fasilitas pengayaan uranium yang mungkin telah dikunjungi oleh pemimpin Kim Jong-un baru-baru ini, telah berkembang secara signifikan sejak pembangunannya pertama kali terlihat di sana pada Februari.

Sementara itu kantor beritaNikkei Asiayang mengutip keterangan dari pihak militer Korsel pada Kamis melaporkan bahwa Korut saat ini memiliki kemampuan untuk melakukan uji coba nuklir, kapanpun pemimpin Kim Jong-un menginginkannya.

"Jika ada keputusan dari pemimpin, hal itu mungkin dilakukan kapan saja," kata Lee Seong-joon, kepala biro urusan publik untuk Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel.

Dalam penjelasannya, Presiden Yoon juga mengatakan bahwa Seoul memandang peningkatan kemampuan pertahanannya sendiri serta memperkuat penangkalan Amerika Serikat (AS)-Korsel sebagai pertahanan terbaik terhadap ancaman nuklir Korut.

"Kami telah membentuk Kelompok Konsultatif Nuklir (NCG) melalui Deklarasi Washington, serta AS dan Korsel saat ini mempromosikan perencanaan strategis nuklir serta implementasi bersama melalui Integrasi Nuklir-Konvensional," ungkap Yoon, mengacu pada strategi yang dipersiapkan untuk bertahan hidup dan merespons serangan nuklir.

Aliansi Trilateral

AS dan Korsel mengadakan pertemuan NCG perdana pada Juli tahun lalu, ketika para pemimpin membahas pembagian informasi, mekanisme konsultasi, serta perencanaan dan pelaksanaan bersama untuk meningkatkan pencegahan nuklir terhadap Korut.

Kerangka kerja NCG sendiri diumumkan selama KTT bilateral di Washington DC pada April lalu dengan latar belakang meningkatnya tuntutan Korsel untuk memiliki senjata nuklirnya sendiri sehubungan dengan meningkatnya ancaman nuklir Korut.

Presiden Yoon juga menyoroti pentingnya kerjasama antara AS, Korsel, dan sesama sekutu AS yaitu Jepang. "Sejak KTT Camp David pada Agustus tahun lalu, ketiga negara telah membentuk sistem kerja sama trilateral untuk meningkatkan upaya mempromosikan keamanan dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik," kata dia.

Pada pertemuan Camp David, para pemimpin Jepang, AS, dan Korsel, menyepakati beberapa inisiatif utama yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama trilateral. Hal ini termasuk komitmen untuk meningkatkan latihan militer bersama, meningkatkan pembagian informasi intelijen, dan memperdalam hubungan ekonomi.

RFA/KoreaTimes/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.