Sentimen The Fed Masih Dominan
Jumat, 20 Sep 2024, 08:10 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS Berpotensi mengalami fluktuasi jelang akhir pekan ini. Sentimen eksternal, terutama kebijakan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih dominan mempengaruhi pergerakan rupiah.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi melihat fokus investor masih tertuju pada kebijakan bank sentral AS (The Fed). Spekulasi yang berkembang saat ini, The Fed bakal kembali memangkas bunga acuannya sebanyak dua kali lagi hingga akhir tahun ini.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (20/9), bergerak fluktuatif di kisaran 15.150-15.250 dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Kamis (19/9) sore, menguat 96 poin atau 0,63 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.239 rupiah per dollar AS. Penguatan terjadi di tengah proyeksi penurunan kembali suku bunga acuan The Fed atau Fed Funds Rate (FFR) sebelum 2024 berakhir.
"Para pembuat kebijakan The Fed juga memperkirakan bahwa suku bunga acuan akan turun sebesar setengah poin persentase pada akhir tahun ini, satu poin persentase penuh pada akhir tahun 2025, dan setengah poin persentase pada akhir tahun 2026," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta.
Pada Rabu (18/9) waktu setempat, The Fed memangkas suku bunga FFR sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 4,75-5 persen. Selanjutnya, peluang pemotongan suku bunga ke depan masih tetap terbuka.
Langkah itu mencerminkan keyakinan The Fed bahwa tekanan inflasi telah mereda dan akan terus bergerak turun menuju target 2 persen, sehingga memungkinkan adanya pelonggaran moneter yang lebih agresif untuk mendukung pasar tenaga kerja yang cenderung melemah selama beberapa waktu ke belakang.
Gubernur The Fed, Jerome Powell, menyatakan keputusan tersebut merupakan sebuah pergeseran dalam pendekatan yang dilakukan oleh bank sentral AS dengan fokus untuk menghindari pelemahan di pasar tenaga kerja.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) sudah lebih dulu melaksanakan pelonggaran suku bunga dengan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dan menjadikan suku bunga BI berada pada level 6 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Meski Resilien, Ruang Fiskal APBN Mulai Hadapi Tekanan
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.