Menlu AS Blinken Serukan Semua Pihak untuk Menahan Diri Usai Ledakan Penyeranta

Jumat, 20 Sep 2024, 00:06 WIB

Ankara - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Rabu menyerukan semua pihak untuk menahan diri menyusul ledakan penyeranta yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai hampir 2.800 lainnya di Lebanon.

Dalam konferensi pers di Mesir, Blinken menekankan perlunya "menghindari mengambil langkah yang dapat meningkatkan eskalasi konflik lebih lanjut" antara Israel dengan kelompok Hizbullah.

Diplomat tinggi itu mengatakan AS masih mengumpulkan informasi mengenai apa yang terjadi di Lebanon.

"Sangat penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di sana," kata Blinken.

Penyeranta yang merupakan alat komunikasi nirkabel, meledak pada Selasa di beberapa wilayah di Lebanon, termasuk ibukota Beirut, yang menurut media Lebanon adalah peretasan sistem oleh Israel.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan badan mata-mata Israel Mossad menanam alat peledak di dalam penyeranta yang digunakan oleh anggota Hizbullah beberapa bulan sebelum alat tersebut meledak.

Perangkat nirkabel tersebut "dilengkapi beberapa gram bahan peledak yang sulit dideteksi, ditempatkan di baterai dengan cara yang memastikan sensor atau alat deteksi bahan peledak apa pun tidak dapat mendeteksinya," kata Mounir Shehada, mantan koordinator pemerintah Lebanon dengan misi penjaga perdamaian PBB UNIFIL, kepada Anadolu.

Duta Besar Lebanon untuk PBB Hadi Hachem menyebut ledakan penyeranta sebuah serangan yang memicu kejahatan perang, seraya memperingatkan hal itu dapat memperuncing konflik.

Belum ada tanggapan dari Israel mengenai ledakan penyeranta ini, namun HIzbullah telah bersumpah untuk melakukan balasan terhadap Tel Aviv menyusul insiden tersebut.

Ledakan penyeranta itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi di perbatasan antara Israel dan Hizbullah yang telah terlibat perang lintas batas sejak dimulainya perang mematikan di Jalur Gaza, dimana lebih dari 41.000 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.

Blinken mengatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza akan menjadi cara terbaik untuk menghentikan kekerasan yang menyebar di Timur Tengah.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Rabu (18/9/2024) menyerukan semua pihak untuk menahan diri menyusul ledakan penyeranta yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai hampir 2.800 lainnya di Lebanon. — Sumber: ANTARA/Anadolu

"Kita semua tahu bahwa gencatan senjata adalah kesempatan terbaik untuk menangani krisis kemanusiaan di Gaza, serta mengatasi risiko terhadap stabilitas regional," katanya.

"Kita perlu melihat adanya kemauan politik dari Israel dan Hamas" untuk mencapai kesepakatan, tambah Blinken.

Selama berbulan-bulan, AS, Mesir, dan Qatar telah mencoba mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk memastikan pertukaran tahanan dan gencatan senjata serta memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Namun, upaya mediasi ini terhenti karena penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memenuhi tuntutan Hamas guna menghentikan perang.

Meskipun ada seruan dari Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata segera, Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.

Serangan Israel telah membuat hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan pangan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

Israel juga menghadapi tuduhan genosida atas tindakannya di Gaza di Pengadilan Internasional.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.