- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menjalar dengan Cepat, Per...
Menjalar dengan Cepat, Peru Nyatakan Status Darurat Akibat Kebakaran Hutan yang Mematikan
Jumat, 20 Sep 2024, 00:05 WIBBogota - Presiden Peru Dina Boluarte pada Rabu (18/9) menyatakan status darurat pada tiga wilayah negara tersebut,tempat gelombang kebakaran hutan telah menyebar dan menghancurkan ribuan hektare hutan.
Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru melaporkan terjadi 34 kebakaran hutan, yang masih berlangsung dan telah menewaskan 16 orang dan melukai 140 orang sejak Juli.
Sektor peternakan juga dilaporkan kehilangan 337 hewan.
Boluarte menyesalkan bahwa sebagian besar lebih dari 230 kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh manusia, kemungkinan karena praktik budaya leluhur yang digunakan untuk menyiapkan lahan bagi pertanian dan memperluas batas-batas pertanian.
Dia mengatakan bahwa sekitar 80 persen kebakaran tersebut telah "terkendali," namun meminta komunitas petani untuk berhenti membakar padang rumput.
Tiga wilayah yang paling terdampak adalah San Martin, Ucayali, dan Amazonas, yaitu daerah-daerah yang menurut presiden sulit dijangkau pesawat untuk proses pemadaman kebakaran dari udara karena kondisi atmosfir yang rumit.
"Percayalah pada kami. Kalian tidak sendirian. Tapi mari kita jangan menyebabkan lebih banyak kebakaran," katanya.
Lebih dari 5.000 hektare (12.355 are) telah hangus terbakar dan beberapa kota di negara itu kehabisan air. Kondisi itudisebut para ahli sebagai salah satu kekeringan terburuk dalam lebih dari satu dekade.
Boluarte mengatakan 20 ton bantuan kemanusiaan telah dikirimkan ke Iquitos untuk menangani kekurangan air yang disebabkan oleh kurangnya hujan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sekolah Wajib Menerima Siswa Kurang Mampu Sesuai Zonasi
-
Hantavirus Mengintai, Bandara Soetta Tingkatkan Kesiagaan, Penumpang dari Negara Ini Diawasi Ketat
-
Fitch Ratings Sematkan Outlook Negatif pada Peringkat Utang RI, Ada Alarm Apa di Balik Fiskal Nasional?
-
PEFINDO dan S&P Global Ratings Menggelar Seminar Indonesia Credit Spotlight 2026 dengan Tajuk “Navigating Geopolitical Headwinds and Domestic Resilience.”
-
Harga BBM di SPBU Pertamina: Solar dan Bensin RON 98 Naik di Pertengahan April
-
BRIN Kaji Pembakaran Terkendali untuk Tekan Karhutla yang Melonjak 8 Kali Lipat
-
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar. 2 Pelaku Penjual Tapir Ditangkap di Pasaman.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.