Kesehatan, Iklim, dan Konflik Jadi Masalah Utama Kaum Termiskin Dunia

Jumat, 20 Sep 2024, 00:01 WIB

LONDON - Kepala Dana Global untuk Perangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, Peter Sands, pada hari Kamis (19/9), mengatakan perubahan iklim dan risiko konflik membayangi upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, padahal kenyataannya isu-isu tersebut saling tumpang tindih.

Dikutip dari The Straits Times, Sands berbicara di London menjelang peluncuran laporan Global Fund tahun 2024 yang mencakup pekerjaannya pada tahun 2023, yang menunjukkan peningkatan dalam menangani tiga penyakit tersebut setelah Covid-19 menggagalkan upaya tersebut.

Ket. Foto: Sejak badan tersebut didirikan pada tahun 2002, angka kematian gabungan akibat ketiga penyakit tersebut berkurang hingga 61 persen, sehingga diperkirakan menyelamatkan 65 juta jiwa. — Sumber: istimewa

Meskipun ada kemajuan, dia mengatakan warisan pandemi lainnya adalah bahwa pemerintah donor khawatir menyediakan uang untuk kesehatan, sehingga muncul kekhawatiran tentang putaran pendanaan 2025 untuk menutupi pekerjaan dana tersebut antara tahun 2026 dan 2028.

"Yang pasti, kesehatan global agak terlupakan oleh isu-isu seputar perubahan iklim dan konflik," katanya, isu-isu yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan.

"Orang-orang yang sama, orang-orang yang paling miskin pun menjadi sasaran dari tiga pukulan berat ini," katanya.

Perubahan iklim membunuh orang dengan meningkatkan kekurangan gizi dan menyebabkan penyakit, sementara konflik dapat menyebabkan lebih banyak kematian akibat runtuhnya sistem perawatan kesehatan daripada akibat peluru dan bom.

Global Fund merupakan penyandang dana internasional terbesar untuk upaya memerangi tuberkulosis dan malaria, dan terbesar kedua untuk virus imunodefisiensi manusia, yang menginvestasikan lebih dari 5 miliar dollar AS setahun untuk ketiga penyakit tersebut.

Laporan tahunan yang dirilis pada 19 September menunjukkan pada tahun 2023, sekitar 25 juta orang menjalani terapi antiretroviral, 7,1 juta orang dirawat karena tuberkulosis, dan 227 juta kelambu didistribusikan di negara-negara tempat The Global Fund bekerja, semuanya merupakan peningkatan dari tahun 2022.

"Sejak pendanaan tersebut dimulai pada tahun 2002, angka kematian gabungan akibat ketiga penyakit tersebut telah berkurang hingga 61 persen, sehingga diperkirakan menyelamatkan 65 juta jiwa," kata laporan itu.

Bersama mitra kesehatan, dana tersebut juga mendorong pengurangan harga perlengkapan medis dan mencapai pemotongan biaya pengobatan HIV dan tuberkulosis pada tahun 2023, serta biaya yang lebih rendah untuk kelambu guna melindungi dari nyamuk penyebar malaria.

Sands mengatakan, pemotongan juga diperlukan untuk apa yang disebutnya alat-alat HIV baru yang menarik seperti lenacapavir, obat suntik kerja panjang dari Gilead Science. "Harganya harus sesuai dengan kemampuan kami untuk menyediakannya dalam skala besar," kata Sands.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.