Sengketa Pemilu Menjadi Fenomena Global

Rabu, 18 Sep 2024, 02:57 WIB

STOCKHOLM - Jumlah pemilih yang hadir di seluruh dunia semakin berkurang dan hasil pemilu semakin dipertanyakan, demikian menurut laporan tentang keadaan demokrasi pada Selasa (17/9).

"Antara tahun 2008 dan 2023, jumlah pemilih global turun 10 poin persentase, dari 65,2 persen menjadi 55,5 persen," menurut organisasi antarpemerintah International Idea yang berpusat di Stockholm pada laporan tahunannya.

Ket. Foto: Sekjen Idea International, Kevin Casas-Zamora — Sumber: idea.int

"Masalah-masalah yang mempengaruhi demokrasi muda juga mempengaruhi demokrasi yang sangat tua dan terkonsolidasi di Eropa dan Amerika," ucap Kevin Casas-Zamora, Sekretaris Jenderal Idea International, kepada AFP.

Dari 173 negara yang dicakup oleh lembaga pemikir tersebut, hampir setengahnya juga menunjukkan penurunan yang sangat parah dalam setidaknya satu elemen demokrasi yang sangat penting, seperti kemampuan untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang kredibel atau kebebasan pers, imbuh Casas-Zamora.

Menurut laporan tersebut, di AS, tiga indikatornya turun sejak 2015: pemilu yang kredibel, kebebasan sipil, dan kesetaraan politik. Selain itu, kurang dari separuh penduduk AS (47 persen) percaya bahwa pemilu 2020 yang bebas dan adil, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Idea pada bulan April, sebelum upaya pembunuhan terhadap mantan presiden AS dan calon presiden Donald Trump pada Juli lalu.

Selain polarisasi, AS juga menghadapi tantangan bahwa sebagian besar pemilihnya tidak menganggap proses pemilu dan hasil pemilu kredibel, sementara menggunakan kekerasan politik dipandang lebih sah, kata Casas-Zamora, seraya mencontohkan insiden pada tanggal 6 Januari 2021 saat ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol AS, bersemangat dengan penolakannya untuk mengakui kemenangan Joe Biden.

Menurut Casas-Zamora, menebar keraguan tentang proses dan hasil pemilu yang kredibel dan kuat tidak terbatas di AS saja. Ketika pemimpin politik menolak mengakui kredibilitas sebuah pemilu atau mengambil inisiatif untuk menggugatnya di pengadilan, hal tersebut mengirimkan sinyal penting kepada para pemilih, demikian yang dicatat dalam laporan tersebut.

Erosi

Antara pertengahan 2020 dan pertengahan 2024, hasil satu dari lima pemilu ditolak oleh kandidat atau partai yang kalah di negara yang diteliti oleh Idea, dan partai oposisi memboikot satu dari sepuluh pemilu.

Laporan itu juga mencatat keadaan dunia yang menyedihkan, di mana peperangan, pemanasan global, dan ketimpangan sosial memicu erosi demokrasi. "Saya benar-benar yakin bahwa Russia yang sepenuhnya demokratis tidak akan menginvasi Ukraina, karena akan ada cukup banyak pengawasan dan keseimbangan untuk mencegah terjadinya perang agresi terhadap Ukraina," kata Casas-Zamora.

Kepala lembaga pemikir tersebut mengatakan bahwa ia berharap agar dapat dipahami bahwa mendukung demokrasi adalah elemen kunci dari setiap strategi keamanan jangka panjang yang dipikirkan dengan matang. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.