Wali Kota Makassar dan Dubes Australia Bahas Kerja Sama Pendidikan
Jumat, 06 Sep 2024, 02:23 WIBMakassar - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomantodan Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams membahas kerja sama bidang pendidikan dan lingkungan.
"Ini bukan sebuah kunjungan pertama dan bukan kunjungan orang baru. Beliau sudah berapa kali ke sini. Jadi kami sudah punya kerja sama begitu panjang," ujar Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis.
Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto, menyambut Penny kembali ke Makassar sehingga bisa bercerita banyak hal tentang sejarah, pendidikan, penelitian, dan lainnya.
Ia menyebut banyak kolaborasi antara dua negara, terbukti begitu banyaknya warga Makassar yang menjadikan Australia sebagai salah satu negara untuk menimba ilmu.
Danny pun menjajaki kerja sama penurunan emisi karbon demi mewujudkan program Makassar Kota Rendah Karbon (Low Carbon City).
"Jalinan kerja sama dengan Australia itu sudah lama dan banyak program. Warga Makassar juga banyak yang menimba ilmu di Australia dan saat ini lulusan dari kampus ternama Australia itu banyak di Makassar," katanya.
Danny dalam penjelasannya menyebut bahan bangunan seperti kaca dapat meningkatkanemisi karbon. Menurut dia, kaca memacu suhu tinggi yang mana menyebabkan kondisi lebih panas dari sinar matahari itu sendiri.
"Makanya itu masuk dalam emisi karbon. Dengan rencana penelitian ini kami langsung nyatakan berminat," terangnya.
Danny menuturkan, Makassar sudah punya semangat low carbon sehingga semangatnya sama persis dengan apa yang menjadi riset tersebut.
Apalagi, Pemkot Makassar kini tengah menggunakan panel surya di sekolah, motor listrik, dan pembangunan PSEL yang sebentar lagi dimulai."Jadi persis sebagaimana apa yang dibahas," ucapnya.
Sementara itu, Dubes Australia Penny Williams dalam kesempatan yang sama mengungkapkan sudah beberapa kali ke Makassar dan bertemu dengan Danny.
"Kami bicara tentang kerja sama Australia-Makassar khususnya di bidang pendidikan, riset dan investasi serta perdagangan," katanya.
"Kami juga bicara tentang sejarah panjang Makassar, Sulsel dengan Australia," tambahnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gapki dan Forwatan Dorong Komunikasi Berbasis Data
-
Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal
-
Pedagang dan Distributor Pertanian se-Sumbar Bentuk Asosiasi, Perkuat Sinergi Usaha.
-
DPRD DKI Kaji Aturan Pajak Kendaraan Listrik untuk Tambah PAD Potensi Rp4 Triliun
-
JBL Perbarui Tour Series, Hadirkan Sound Curve Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif
-
Jangan Sekadar Slogan, Tema Kemerdekaan Momentum Benahi Pendidikan
-
Sompo Indonesia jalin kolaborasi dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.