Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Puskesmas di Kepri Siap Tangani Mpox

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 23:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seluruh Puskesmas di Kepri Siap Tangani Mpox Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi - Penyakit cacar monyet (Monkeypox).

Batam - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Moch. Bisri mengatakan seluruh puskesmas yang ada di wilayah itu sudah siap dalam menangani kasus cacar monyet atau Mpox yang saat ini sudah masuk ke wilayah Asia Tenggara.

"Kesiapan puskesmas sudah menjadi kebijakan nasional, memperkuat pertahanan kesehatan waspada terhadap kejadian luar biasa (KLB), tidak hanya Mpox, penyakit menular lainnya sama, seperti DBD dan COVID," ujar Bisri dikonfirmasi di Batam, Jumat.

Dia menyebut penanganan Mpox sama seperti penyakit menular lainnya. Hanya saja karena baru, belum semua memiliki pengetahuan terkait penanganannya, sehingga harus dilakukan penyelidikan.

"Kawan-kawan kesehatan sudah ada penanggung jawab program yang menangani penyakit menular. Kami sudah tahu caranya, kondisi kasus, mengambil sampelnya, membuat laporan segera. Itu mereka sudah dilatih,"katanya.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan kasus Mpox di Kepri. Data yang disebutkan Kemenkes RI, dari 88 kasus Mpox di Indonesia yang tercatat satukasus ada di Kepri.

Menurut dia, pasien terindikasi Mpox itu terjadi pada Oktober 2023. Setelah dilakukan tes, terbukti terjangkit dengan kategori gejala rendah, lalu dilakukan perawatan medis hingga dinyatakan sehat.

Bisri menyebut, kasus Mpox kebanyakan berasal dari penyimpangan seksual, seks bebas, merupakan kelompok tinggi berisiko.

Untuk mencegahnya, kata dia, meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker bila beraktivitas di luar ruangan, mencuci tangan dengan sabun, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup.

"Jadi kembali ke diri masing-masing, masyarakat tidak perlu disuruh-suruh pakai masker atau menjaga pola hidup sehat," katanya.

Bisri menambahkan, dalam pencegahan Mpox masuk ke Kepri diperlukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.

"Kalau dari Balai Karantina Kesehatan melakukan pengawasan di pintu-pintumasuk, misalnya ada pekerja migran datang dari luar, kan sering ada pemulangan, akan diperiksa kesehatannya, tidak hanya kewaspadaan terhadap Mpox, tapi juga penyakit lainnya," kata Bisri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.