• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perubahan Iklim Ancam Kesu...

Perubahan Iklim Ancam Kesuburan Amazon

Jumat, 06 Sep 2024, 06:25 WIB

Telah diketahui bahwa debu dari Gurun Sahara menyeberangi lautan Samudra Atlantik dan mendarat di hutan Amazon. Namun seberapa banyak debu yang mencapai hutan ini dan menjadi penyubur tanaman yang ada di sana.

Sebuah studi berjudul Characterizing and Quantifying African Dust Transport and Deposition to South America: Implications for the Phosphorus Budget in the Amazon Basin, diterbitkan dalam jurnal Global Biochemical Cycles edisi September 2020 milik American Geophysical Union mencoba memahaminya.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ Nasa

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Sekolah Ilmu Kelautan dan Atmosfer Rosenstiel Universitas Miami (UM) dan ATMO Guyane mencoba mengukur jumlah debu Sahara yang sampai hutan Amazon. Studi yang dipublikasikan pada 2020 bertujuan untuk lebih memahami bagaimana debu dapat mempengaruhi kesuburan tanah di wilayah tersebut.

Pelapukan tropis yang intens dan pembakaran biomassa lokal keduanya berkontribusi terhadap tanah miskin nutrisi di Cekungan Amazon. Tim peneliti menganalisis pengukuran harian debu Afrika selama 15 tahun yang diangkut oleh angin pasat dan dikumpulkan di stasiun penelitian pesisir di Cayenne, Guyana Prancis.

Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah besar debu mencapai jantung Cekungan Amazon dan mengendap di sana. "Debu Afrika menyediakan sumber nutrisi penting untuk meningkatkan kesuburan tanah Amazon," kata Joseph Prospero, profesor emeritus di Sekolah Rosenstiel UM dan penulis utama studi tersebut dikutip laman Phys.org.

Setiap tahun, debu kaya mineral dari Gurun Sahara Afrika Utara terangkat ke atmosfer oleh angin dan terbawa dalam perjalanan sejauh 5.000 mil melintasi Atlantik Utara ke Amerika. Debu Afrika mengandung fosfor dan nutrisi tanaman penting lainnya yang membantu mengimbangi kehilangan tanah dan meningkatkan kesuburan tanah Amazon.

Penelitian ini, yang pertama kali mengukur pengangkutan debu Afrika ke Amerika selatan, menunjukkan bahwa sejumlah besar debu mengendap di Amazon. Analisis tersebut juga menemukan bahwa penelitian sebelumnya, yang didasarkan pada pengukuran debu yang terbatas, mungkin telah melebih-lebihkan dampaknya.

Lembah Amazon memainkan peran utama dalam iklim global. Pohon dan tanaman di Amazon menyerap sejumlah besar karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpan karbon dalam vegetasi. Penyerapan ini mengimbangi sebagian CO2 buatan manusia yang dipancarkan ke atmosfer dan mengurangi dampak CO2 pada iklim global.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa jumlah debu yang diangkut ke Amerika selatan berbanding terbalik dengan curah hujan di Afrika utara. Ia menyimpulkan bahwa perubahan iklim akan mempengaruhi pengangkutan debu ke Amerika selatan.

"Perubahan dalam pengangkutan debu dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman di Amazon dan jumlah CO2 yang diambil dari atmosfer. Hal ini, pada gilirannya, akan berdampak lebih jauh pada iklim," kata Prospero.

"Hasil kami menyoroti perlunya pemantauan jangka panjang untuk mengidentifikasi perubahan yang mungkin terjadi pada pengangkutan debu Afrika akibat perubahan iklim," pungkasnya. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.