Buta Aksara Masih Jadi Persoalan

Jumat, 06 Sep 2024, 03:03 WIB

Buta aksara di Indonesia masih menjadi persoalan sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk mengentaskannya.

JAKARTA - Plt. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Aswin Wihdiyanto, menyatakan buta aksara di Indonesia masih menjadi persoalan. Menurutnya, butuh kerja sama dari berbagai pihak untuk mengentaskan buta aksara.

Ket. Foto: Aswin Wihdiyanto — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

"Jadi masih ada pekerjaan rumah untuk kita turut mengentaskan angka buta aksara," ujar Aswin, dalam siaran Silaturahmi Merdeka Belajar, yang diakses Kamis (5/9).

Dia menerangkan, masih ada kasus buta aksara di tiap kelompok usia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok buta aksara pada kelompok umur sampai 15 tahun masih ada 3,7 persen. "Pada usia 15-44 tahun ada 0,7 persen dan di atas 45 tahun itu sekitar 8,04 persen," jelasnya.

Program Penanganan

Aswin mengungkapkan, pemerintah daerah bersama masyarakat memiliki peran penting dalam pengentasan buta aksara. Keduanya berperan memastikan kesesuaian data warga negara buta aksara dan kita memastikan validasi data.

Dia menambahkan, kesesuaian data sangat penting agar fasilitasi atau intervensi dalam percepatan dan pengentasan buta aksara sesuai sasaran.

Menurutnya, saat ini sudah ada pemadanan data NIK warga negara buta aksara yang ada di Dapodik dan Dukcapil.

"Kita mempersiapkan satuan pendidikan masyarakat yang akan mengentaskan buta aksara baik program keaksaraan dasar dan program keaksaraan lanjutan. Fasilitasi pendidikan kita pastikan data akurat yang tervalidasi," katanya.

Aswin menerangkan, tahun ini pihaknya akan memberi fasilitasi aksara dasar kepada 25.000 peserta didik dan aksara lanjutan sebanyak 600 peserta didik. Pihaknya juga mempersiapkan skema jangka panjang bagi peningkatan kompetensi literasi bagi peserta didik melek aksara.

"Nanti ada program paket atau kesetaraan. Ini bisa mengembangkan diri dan meningkatkan literasi, kompetensi, numerasi, dan karakter. Sehingga nanti punya kekuatan ketika nanti kembali ke masyarakat," ucapnya.

Dia menegaskan, Kemendikbudristek tidak meninggalkan pendidikan non-formal dan pendidikan khusus dalam kebijakan Merdeka Belajar. Bahkan, konsep sekolah penggerak berdasarkan proses pembelajaran pendidikan non formal.

"Untuk kebijakan-kebijakan lain pendidikan kesetaraan dan khusus selalu ada di dalamnya. Ini untuk peningkatan literasi di pendidikan kesetaraan dan pendidikan khusus," terangnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.