Sampah Gunung Rinjani Bisa Dicegah dengan Konsep Pendakian Nol Sampah

Rabu, 04 Sep 2024, 00:05 WIB

Sembalun - Badan Pengelola Geopark Global UNESCO Rinjani menyatakan,timbulan sampah yang kini mengotori Gunung Rinjani di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat bisa dicegah dengan menerapkan konsep pendakian nol sampah.

"Kami mengampanyekan usaha-usaha untuk mengurangi sampah yang dibawa naik ke Gunung Rinjani," kataGeneral ManagerBadan Pengelola Geopark Global UNESCO Rinjani Mohamad Farid Zaini saat ditemui dalam sarasehanzero waste trekking mountain campdi SembalunLombok Timur, Selasa.

Farid mengungkapkan, selama satu dekade terakhir permasalahan sampah di Gunung Rinjani masih belum menemukan solusi yang tuntas.

Sanksi daftar hitam maupun pemeriksaan barang bawaan pendaki saat hendak naik dan turun gunung masih belum mampu menyelesaikan timbulan sampah di gunung berapi aktif setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut tersebut.

Menurutnya, Gunung Rinjani butuh komitmen nyata dari para pengelola usaha pendakian, kuli angkut, pemandu wisata, hingga pendaki untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

"Semua sampah dilucuti di bawah dimasukkan ke dalam kotak-kotak kecil dan naik ke atas tanpa sampah," kata Farid.

Gunung Rinjani yang menduduki peringkat ketiga sebagai gunung tertinggi di Indonesia itu menonjolkan keunikan dan keindahan bentang alam serta keanekaragaman hayati yang disinergikan dengan keunikan adat-istiadat serta budaya masyarakat setempat.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat jumlah kunjungan pendakian ke Gunung Rinjani sebanyak 140 ribu orang pada tahun 2023.

Dari total kunjungan itu menghasilkan penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sebesar Rp14,7 miliar, dan perputaran uang di masyarakat sebanyak Rp79 miliar.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Yarman mengatakan, Gunung Rinjani memiliki enam destinasi wisata pendakian dan 21 destinasi wisata non pendakian.

Jalur pendakian yang banyak itu membuat penyeleksian sampah menjadi kurang optimal karena pendaki bisa masuk dan keluar dari pintu pendakian yang berbeda.

"Kami pangkas di bawah -pintu masuk- dengan mempersiapkan pengelola wisata pendakian, petugas, termasuk masyarakat yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani," kata Yarman.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ingin memberdayakan masyarakat setempat dengan menyiapkan makanan organik siap masak untuk para pendaki, seperti buah dan sayuran.

Para pengelola wisata pendakian diminta untuk menyosialisasikan kepada para pengunjung atau mitra mereka untuk mendaki dengan nol sampah.

"Kami harus siapkan semua perlengkapannya, apakah itu boks untuk simpan makanan agar tidak ada potensi sampah lagi," kataYarman.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.