Menanti Data Inflasi AS
Jumat, 30 Agu 2024, 10:21 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya jelang akhir pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen eksternal, mengingat absennya data dari dalam negeri.
Pengamat Mata Uang, Lukman Leong melihat fokus investor tertuju pada data inflasi Indeks Harga Belanja Personal (PCE) Inti di Amerika Serikat (AS). Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (30/8), bergerak fluktuatif di kisaran 15.400 - 15.550 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Kamis (29/8) sore, melemah 2 poin atau 0,01 persen dari sehari sebelumnya menjadi Rp15.424 per dollar AS. Pelemahan terjadi seiring pelaku pasar menantikan rilis klaim pengangguran Amerika Serikat (AS).
"Investor cenderung wait and see menjelang rilis revisi data pertumbuhan PDB AS dan klaim pengangguran AS malam ini," kata Lukman Leong di Jakarta.
Produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II-2024 diperkirakan tumbuh 2,8 persen dan klaim pengangguran diproyeksikan sebesar 232 ribu. Kekhawatiran di Timur Tengah masih berpotensi menekan mata uang berisiko, namun saat ini belum ada perkembangan signifikan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Antisipasi Arus Puncak, Rekayasa Tol Japek Dilanjutkan
-
BEI Catat 3.040 Sanksi, Ratusan Emiten Kena Semprit
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Wilayah DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Selasa (24/2) Sore
-
Formula 1: Verstappen Kritik Teknologi Mobil F1 Terbaru, Rasanya Seperti Game Balap
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi
-
Spanyol Wajibkan Verifikasi Usia Ketat untuk Blokir Akses Medsos pada Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.