Rupiah Berpotensi Melemah
Selasa, 27 Agu 2024, 10:39 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah, hari ini (27/8), meskipun sempat menguat awal pekan ini. Pelemahan rupiah dipengaruhi absennya data ekonomi penting, baik dari domestik maupun mancanegara.
Pengamat Mata Uang, Lukman Leong melihat pengautan rupiah belakangan ini sudah cukup besar. Di sisi lain, dollar AS berpotensi berbalik menguat (rebound) sehingga rupiah berpotensi terkoreksi terbatas.
Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (27/8), bergerak melemah di kisaran 15.400-15.500 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Senin (26/8) sore, menguat 53 poin atau 0,35 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.439 rupiah per dollar AS. Penguatan terjadi di tengah sinyal pemotongan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang lebih jelas.
"Pergerakan valas global dipengaruhi sentimen seputar kepastian The Federal Reserve berencana untuk menurunkan suku bunga," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta.
Menurut risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir pekan lalu, kebijakan moneter kemungkinan besar akan dilonggarkan jika data ekonomi AS mendukung. Inflasi AS mulai turun secara bertahap mendekati dua persen.
Selama pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole, Ketua Fed Jerome Powell dengan jelas mengindikasikan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunganya dalam pertemuan September 2024.
Risiko inflasi AS telah menurun, dan FOMC memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa pertumbuhan harga akan kembali ke target 2 persen. Tanda-tanda itu mendukung rencana The Fed untuk menurunkan suku bunga dari level tertingginya selama 23 tahun saat yakni 5,25 persen hingga 5,50 persen.
Pasar memperkirakan penurunan suku bunga akan mencapai sebesar 100 basis poin untuk tiga pertemuan bank sentral yang tersisa tahun ini. Perkembangan tersebut membuat indeks dollar AS jatuh menuju 100,5.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.