Novak Djokovic Bidik Rekor Grand Slam

Senin, 26 Agu 2024, 16:55 WIB

NEW YORK - Novak Djokovic termotivasi kemenangan di Olimpiade. Dia menargetkan rekor Grand Slam baru di US Open 2024 yang berlangsung selama dua pekan, 26 Agustus- 4 September. Pesaingnya dalam perebutan gelar, Jannik Sinner berharap tidak terpengaruh kontroversi doping.

Juara bertahan Djokovic berpeluang menjadi juara tertua di era Open dalam turnamen tersebut jika memenangkan gelar kelima. Jika berhasil dia akan berbagi jumlah rekor US Open tersebut dengan Jimmy Connors, Pete Sampras, dan Roger Federer.

Ket. Foto: Novak Djokovic — Sumber: CARL DE SOUZA / AFP

Petenis berusia 37 tahun itu juga akan meraih 25 gelar Grand Slam, mengungguli 24 gelar yang juga pernah diraih Margaret Court. Grand Slam terakhir tahun ini datang di saat yang kritis bagi Djokovic. Tahun ini, dia digantikan sebagai juara Australia Open oleh Sinner yang juga mengambil alih peringkat nomor satu dunia darinya.

Carlos Alcaraz merebut gelar Prancis Open dari Djokovic. Petenis Spanyol itu kemudian menang mudah atas Djokovic di final Wimbledon. Namun, Djokovic kembali ke lapangan tanah liat Roland Garros untuk mengejutkan Alcaraz di final Olimpiade. Petenis Serbia itu menyebut medali emas Olimpiade sebagai prestasi dan sorotan terbesar dalam karirnya secara keseluruhan.

Djokovic menjadi pemain kelima yang menyelesaikan Golden Slam. Dia memenangkan keempat gelar Grand Slam dan medali emas Olimpiade. Kemenangan itu juga membungkam semakin banyaknya pengkritik yang menganggap Djokovic sebagai kekuatan yang telah habis di era baru Sinner (23) dan Alcaraz yang berusia 21 tahun.

Sebelum ke Paris, Djokovic yang menjalani operasi lutut kanannya bulan Juni lalu, bertanya-tanya apakah peluangnya untuk memenangkan emas Olimpiade sudah habis.

"Di usia 37 tahun saya berpikir, mungkinkah ini kesempatan terakhir? Mungkin. Jadi saya harus berusaha lebih dari sebelumnya," jelasnya.

Ternyata ini adalah salah satu penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir secara keseluruhan sepanjang turnamen. Tentu saja di final melawan Carlos, benar-benar seperti mimpi. Istri dan anak-anaknya ada di stadion.

Ketika medali emas dikalungkan ke lehernya dan lagu kebangsaan Serbia dikumandangkan, Djokovic menuturkan, ini perasaan yang luar biasa yang pernah dialami di lapangan tenis. Di sisi lain, Sinner datang ke New York setelah investigasi doping yang menguras emosi.

Dia lolos dari larangan panjang setelah pejabat menerima penjelasannya bahwa zat terlarang masuk ke tubuhnya a sebagai akibat dari kontaminasi dari anggota tim pendukungnya.

Namun, harapannya untuk bermain dengan tenang di US Open bisa terganggu karena pemain lain mempertanyakan mengapa tidak pernah ada pengumuman penangguhan sementara saat investigasi berlangsung. Sinner mengatakan dia tidak akan terjebak dalam kekhawatiran tentang reputasinya.

"Ini, saya tidak benar-benar bisa mengendalikannya. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi," ujarnya.

Mengkhawatirkan

Juara bertahan di bagian putri, Coco Gauff, mengalami penurunan performa yang mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu menimbulkan keraguan apakah dia bisa menjadi perempuan pertama sejak Serena Williams pada 2014 yang berhasil mempertahankan gelar US Open.

Gauff mengalami kekalahan di putaran ketiga Olimpiade diikuti oleh kekalahan awal di Toronto dan Cincinnati. Juara Grand Slam lima kali dan peringkat satu dunia Iga Swiatek, juara US Open pada 2022, mencapai semifinal Cincinnati tapi dikalahkan oleh Aryna Sabalenka.

Sabalenka, juara Australia Open dan runner-up kalah dari Gauff dalam laga final di New York tahun lalu, adalah pesaing lain di lapangan. Persaingan di bagian wanita terbuka lebar dengan juga menampilkan pemenang Wimbledon Barbora Krejcikova dan peraih medali emas Olimpiade Zheng Qinwen.

ν ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.