Sekolah Rakyat Bisa Untuk Disabilitas
Kamis, 20 Mar 2025, 23:38 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, Sekolah Rakyat bisa diakses untuk penyandang disabilitas. Hal tersebut disampaikan usai meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Pusdiklatbangprof Margaguna yang menurutnya secara fasilitas sudah lengkap, meski masih perlu disempurnakan.Â
"Apalagi ada teknologi, misalnya tuna rungu ada alatnya juga," ujar Mensos, saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Jakarta, Kamis (20/3).
Dia menjelaskan, siswa sekolah rakyat akan diprioritaskan bagi warga terdekat. Untuk siswa, pemilihannya akan menyesuaikan dengan Data Tunggal Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kita akan mencoba cari keluarga yang memiliki anak mau masuk SMA misalnya, di sekitar Pondok Indah ini, kemudian juga secara umum di Jakarta Selatan," jelasnya.
Dia menjelaskan, anak-anak yang masuk kategori miskin yang berada dalam desil 1 hingga desil 3 akan didata. Setelah itu, mereka akan dites.
"Jadi, kita tentu pilih mereka yang memang berniat betul untuk belajar ke sekolah," katanya.Â
Gus Ipul menuturkan siswa yang akan masuk Sekolah Rakyat juga harus memenuhi persyaratan. Di antaranya, melalui tahap administrasi, tes akademik, hingga memiliki komitmen tidak putus sekolah di tengah jalan dan harus mengikuti proses sampai tuntas.Â
"Nanti ada proses selanjutnya, ada psikolognya juga, nanti kita akan mengetahui tentang karakter dan mental. Maka itulah Presiden ingin ada semacam matrikulasi atau adaptasi, orientasi," katanya.Â
Menurutnya, bila siswa yang akan belajar di Sekolah Rakyat telah melalui masa orientasi atau pengenalan, maka saat mereka memasuki proses belajar sudah memiliki frekuensi yang sama.Â
"Proses orientasinya ini mungkin memakan waktu yang cukup lama," katanya.
Dia mengatakan proses orientasi ini juga banyak dilakukan di sekolah lainnya. Ia menyebutkan kemungkinan masa orientasi akan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.Â
"Agar satu rombel memiliki kesiapan mental yang sama, paling enggak pemahaman dasarnya sudah sama," katanya.Â
- Kemensos
- Disabilitas
- Mensos
- Mensos Saifullah Yusuf
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Kopi Sajang Dipacu, BI NTB Bidik Produksi dan Kualitas Makin Tinggi
-
MotoGP Mandalika Jadi Mesin Ekonomi, Efeknya Hampir Rp5 Triliun
-
QRIS Bukan Cuma Alat Bayar, Kini Diusulkan Jadi Basis Pembiayaan UMKM
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusannya Setinggi 1.300 Meter, Warga Diminta Waspada
-
Peluang Kerja Kaum Disabilitas Perlu Diperluas
-
25.000 Mahasiswa Dilibatkan Pemprov Jabar untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya.
-
Pemkab Pasaman Barat Minta SPBU Tidak Layani Tangki Modifikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.