Bapanas Dorong Pemanfaatan Sorgum
Jumat, 23 Agu 2024, 03:13 WIBBULELENG - Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, mendorong pemanfaatan sorgum sebagai salah satu pangan bagi masyarakat. Menurutnya, sorgum merupakan salah satu serealia yang sangat potensial, khususnya sebagai sumber karbohidrat.
"Biji sorgum sendiri memiliki kualitas gizi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi jika dibandingkan keduanya, meskipun kandungan lemaknya lebih rendah," ujar Andriko, dalam Festival Sorgum, di Buleleng, Kamis (22/8).
Dia menjelaskan, hampir semua bagian dari tanaman sorgum dapat dimanfaatkan. Batang sorgum bisa dimanfaatkan menjadi gula sorgum dan daun sorgum bisa dijadikan pakan ternak.
Andriko menambahkan, adanya krisis pangan, krisis energi, dan berbagai tantangan dalam pemenuhan pangan masyarakat. Menurutnya, sorgum merupakan tanaman masa depan karena dapat tumbuh dan beradaptasi dalam rentang iklim yang luas.
"Beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai mengembangkan tanaman sorgum. Misalnya di beberapa propinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," katanya.
Pangan B2SA
Dia mengungkapkan, pemanfaatan sorgum merupakan bagian dari upaya penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal nantinya akan berimplikasi terhadap dua aspek. Pertama, mengurangi kebutuhan pangan impor dengan memanfaatkan sumberdaya lokal, dan kedua, meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat dengan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).
"Pangan B2SA dan kenyang nggak harus nasi guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, aktif dan produktif," ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menyebut, pengembangan tanaman buleleng atau sorgum di kabupaten buleleng dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Salah satunya dengan menggalakkan budidaya sorgum pada lahan marjinal yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. "Sorgum mempunyai kandungan nutrisi dasar yang tidak kalah penting dibandingkan dengan serealia lainnya, dan mengandung unsur pangan fungsional yang dapat digunakan sebagai substitusi beras sebagai pangan pokok," terangnya.
Dia menuturkan, tanaman sorgum mempunyai cerita tersendiri di kabupaten buleleng. Nama buleleng diambil dari tanaman sorgum yang dalam bahasa daerah disebut sebagai buleleng atau jagung gembal.
"Jejak tanaman sorgum tercantum dalam naskah babad buleleng dan tersimpan apik di museum buleleng. Simbol tanaman buleleng tetap dipertahankan sebagai identitas dan logo kabupaten buleleng yang dituangkan dalam perda kabupaten buleleng,"tuturnya. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran
-
George Russell Raih Pole Position GP Austria, Max Verstappen Kecelakaan
-
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia
-
Aksi Pemadaman Lampu di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e
-
Marquez Raih Kemenangan ke-100, Sapu Bersih MotoGP Hungaria
-
Bunga Pinjaman Bulog Dipangkas! Dari 8 Jadi 5 Persen, Ini Dampaknya ke Harga Beras
-
Libur Sekolah, Disparekraf Kendari Tambah Wahana Bermain Anak di Pantai Nambo.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.