PBNU Berencana Membeli Lahan 100 ha di IKN untuk Bangun Fasilitas hingga Bisnis
Kamis, 22 Agu 2024, 14:25 WIBJAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana membeli 100 hektare lahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), untuk membangun fasilitas dan kantor untuk PBNU hingga peluang bisnis bagi organisasi.
"Insya Allah kami ingin membeli tanah di IKN itu, ya mudah-mudahan bisa sampai 100 hektare misalnya, untuk kemudian kami gunakan untuk membangun sejumlah fasilitas untuk organisasi," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf saat memberi keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/8).
Hal itu disampaikan Gus Yahya, sapaan akrabnya, usai menemui Presiden Joko Widodo yang berlangsung selama hampir satu setengah jam.
Gus Yahya mengatakan Presiden Jokowi merestui rencana PBNU tersebut untuk membangun fasilitas pendidikan, kesehatan dan keagamaan di IKN.
Presiden Jokowi pun, kata Gus Yahya, memberikan saran terkait lokasi lahan yang bagus yang bisa dibeli oleh NU di IKN. Oleh karenanya, PBNU segera berkomunikasi dengan Otorita IKN untuk membahas lebih lanjut rencana tersebut.
"Ada sejumlah saran-saran beliau mengenai lokasi yang bagus untuk bisa dibeli oleh NU di IKN. Kemudian fasilitas-fasilitas apa yang mungkin bisa dibangun oleh NU di IKN," kata Gus Yahya.
Selain membangun fasilitas, PBNU juga mempertimbangkan potensi bisnis di IKN dengan modal yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.
"Yang sekarang kami punya adalah gagasan mengenai konsolidasi kapital untuk itu. Gimana caranya? Nah nilainya masih akan kita hitung, ya mungkin kita butuh sekitar dua atau tiga triliun rupiah," kata Gus Yahya.
Gus Yahya menambahkan bahwa NU meyakini pembangunan di IKN sebuah gagasan penting yang harus didukung, terutama dengan landasan undang-undang yang memastikan keberlanjutan pembangunan di IKN.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Akibat Mengoplos LPG nonsubsidi, Dua Orang DItangkap
-
Harga LPG Naik, Pemprov DKI Langsung Koordinasi dengan Pemerintah Pusat Atasi Dampaknya
-
BPS: Industri Pengolahan Sokong 30 Persen Perekonomian Banten di Awal 2026
-
Update Cadangan Beras Pemerintah April 2026: Bulog Kelola 4,59 Juta Ton Stok Nasional
-
Perang di Timur Tengah Akan Percepat Pengembangan EBT
-
Impor Tertekan, Diversifikasi Pemasok BBM Jadi Kebutuhan Mendesak
-
Liga Inggris: Chelsea Kian Terpuruk, McFarlane Tegaskan Tim Asuhannya Harus Bangkit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.