Berpotensi Melemah Lanjutan
Kamis, 22 Agu 2024, 09:04 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (22/8), akibat imbas dari aksi ambil untung atau profit taking. Fokus investor saat ini tertuju pada risalah rapat dewan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong melihat pelaku pasar menantikan petunjuk baru The Fed terkait prospek penurunan suku bunga acuan. Investor mengantisipasi pernyataan dovish dari Gubernur The Fed, Jerome Powell tadi ini dalam risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Selain itu, lanjut Lukman, investor tengah menunggu pidato Powell dalam symposium ekonomi di Jackson Hole, Jumat (23/8) waktu setempat. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (22/8), bergerak melemah di kisaran 15.450-15.550 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Rabu (21/8) sore, melemah 64 poin atau 0,41 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.500 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan BI-Rate tetap ditahan di level 6,25 persen.
"Dalam jangka pendek, penurunan BI-Rate dapat menyebabkan pelemahan rupiah," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.