Perkuat Kolaborasi, Pemda DIY Bentuk Sekretariat Bersama Optimalkan Peluang Pariwisata

Selasa, 20 Agu 2024, 00:31 WIB

Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pelaku pariwisata membentuk sekretariat bersama (sekber) sebagai wadah kolaborasi untuk mengoptimalkan berbagai peluang pariwisata di provinsi ini.

"Salah satu peluangnya adalah mulai dibuka penerbangan-penerbangan baru, kemudian ada kegiatan-kegiatan internasional di Yogyakarta yang nanti sampai September akan terus berlangsung danevent-nya lebih besar," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono di Yogyakarta, Senin.

Menurut Beny, sekber bersama Pemda DIY melibatkan berbagai asosiasi pariwisata di DIY, mencakup Perhimpunan Hotel, dan Restoran Indonesi (PHRI) DIY, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, dan lainnya.

Melalui wadah kolaborasi tersebut, dia berharap dapat mengakomodasi seluruh potensi pariwisata di DIY dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota.

Selain menggenjot jumlah kunjungan wisata, kata Beny, sekber memiliki tugas meningkatkan durasi atau lama tinggal(length of stay) wisatawan sekaligus tingkat belanja (spending) mereka selama berkunjung di DIY.

Peningkatan lama tinggal dan belanja, menurut dia, antara lain dapat diupayakan dengan menyusun agenda (event) atau paket wisata secara bersama-sama.

"Kita di lapangan harus bersatu padu supaya tidak bersaing antardestinasi, tapi saling mengisi," ujar dia.

Selain itu, ujar Beny, kunjungan pariwisata di DIY juga diharapkan bisa merata sehingga tidak menumpuk hanya di pusat Kota Yogyakarta saja.

Ketua GIPI DIY Bobby Ardiyanto meyakini sinergi potensi pariwisata lima kabupaten/kota bisa menjadi kunci menambah durasi atau lama tinggal wisatawan di DIY.

Bobby menyebut hingga kini rata-rata lama tinggal wisatawan ataulength of stay(LoS) di DIY rata-rata masih di bawah dua hari.

Ia meyakini apabila potensi wisata di kabupaten/kota di DIY dapat disinergikan sebagai satu rangkaian paket wisata, maka durasi tinggal wisatawan bisa didorong menjadi empat hingga lima hari.

"Seharusnya bisa karena kembali lagi kita punya potensi sangat beragam dan komplet kalau kita mau mengembangkan dengan benar," ujar Bobby.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.