Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Pejabat Sepak Bola Tiongkok Divonis 11 Tahun

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Mantan Pejabat Sepak Bola Tiongkok Divonis 11 Tahun Doc: ISTIMEWA
Ket. Mantan wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Tiongkok, LI Yuyi

JINGZHOU - Pengadilan Tiongkok pada hari Senin (19/8), menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada seorang mantan pejabat tinggi asosiasi sepak bola negara itu karena menerima suap, sosok terbaru yang terjerat dalam tindakan keras terhadap korupsi dalam olahraga.

Dikutip dari The Daily Star, Li Yuyi, mantan wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Tiongkok atau Chinese Football Association (CFA), dijatuhi hukuman oleh pengadilan di Jingzhou, Provinsi Hubei.

"Li juga didenda 140.000 dollar AS, sementara aset yang diperolehnya melalui korupsi akan disita dan diserahkan kepada negara," kata pengadilan.

Pada bulan Maret, Li mengaku bersalah menggunakan jabatannya di CFA untuk mengumpulkan uang dan hadiah senilai lebih dari 1,7 juta dollar AS antara tahun 2004 dan 2021.

Li menjabat sebagai Wakil Presiden CFA dari tahun 2015 hingga 2019. Sebelumnya, dia menjabat sebagai kepala administrasi olahraga Shanghai.

Di bawah Presiden Xi Jinping, pihak berwenang telah menindak tegas korupsi di industri olahraga Tiongkok, khususnya sepak bola.

Xi adalah seorang fanatik sepak bola yang mengatakan bahwa ia memimpikan negaranya menjadi tuan rumah dan memenangkan Piala Dunia.

Skandal Korupsi

Namun ambisi itu tampak semakin jauh dari sebelumnya setelah skandal korupsi yang berulang dan hasil mengecewakan selama bertahun-tahun di lapangan.

Pada bulan Maret, mantan kepala CFA, Chen Xuyuan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap senilai lebih dari 11 juta dollar AS.

Pada bulan yang sama, mantan pelatih kepala tim nasional Tiongkok dan mantan gelandang Everton, Li Tie, mengaku bersalah menerima suap lebih dari 10,7 juta dollar AS dan membantu mengatur pertandingan.

Pada bulan Mei, lembaga penyiaran negara CCTV (Tiongkok Central Television), melaporkan Gou Zhongwen, mantan direktur Administrasi Umum Olahraga Tiongkok, sedang diselidiki karena korupsi. Sekitar 10 pejabat tinggi CFA telah diselidiki dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, aparat kepolisian Tiongkok menangkap pemain tim nasional sepak bola Korea Selatan, Son Jun Ho atas dugaan menerima suap saat membela salah satu klub peserta Liga Super Tiongkok (CSL).

"Dia sekarang berada di tahanan kriminal otoritas keamanan publik Provinsi Liaoning," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA), Wang Wenbin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

32 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.