- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Sebut Harris Lebih M...
Trump Sebut Harris Lebih Mudah Dikalahkan Ketimbang Biden
Senin, 19 Agu 2024, 00:12 WIBPENNSYLVANIA - Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump,pada hari Sabtu (17/8) mengatakan dia yakin calon presiden dari Partai Demokrat,Kamala Harris, akan lebih mudah dikalahkan daripada Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, meskipun beberapa jajak pendapat menunjukkan dia unggul dalam perlombaan untuk pemilihan presiden 5 November.
Trump yang juga mantan presiden, menyampaikan pernyataan tersebut di sebuah rapat umum di Wilkes-Barre di bagian timur laut Pennsylvania, negara bagian yang menjadi sorotan dalam kampanye.
Dikutip dari The Straits Times, Wakil Presiden Harris, akan memimpin kampanye dengan bus keliling Pennsylvania bagian barat yang dimulai di Pittsburgh pada 18 Agustus, menjelang dimulainya Konvensi Nasional Demokrat pada 19 Agustus di Chicago.
Trump telah berupaya untuk menggambarkan Harris sebagai orang yang sangat berhaluan kiri dalam sejumlah kebijakan. Pada rapat umum tersebut, ia menyoroti seruan Harris sebelumnya untuk pelarangan fracking, sebuah industri yang penting bagi negara bagian tersebut. Tim kampanye Harris baru-baru ini mengindikasikan ia tidak akan mendukung pelarangan tersebut.
Ia juga terus menyerang Harris secara pribadi, bahkan ketika beberapa analis politik mengatakan komentar seperti itu dapat merugikan Trump di mata pemilih moderat.
Pennsylvania merupakan satu dari tiga negara bagian Rust Belt, bersama dengan Wisconsin dan Michigan, yang turut menggerakkan kemenangan mengejutkan Trump pada tahun 2016. Biden, yang tumbuh besar di Scranton, Pennsylvania, mengembalikan ketiga negara bagian itu ke Demokrat pada tahun 2020.
Dengan 19 suara elektoral dari 270 yang dibutuhkan untuk mengamankan Gedung Putih, dibandingkan dengan 15 di Michigan dan 10 di Wisconsin, Pennsylvania mungkin menjadi hadiah terbesar dalam pemilihan tahun ini dan berpotensi mengubah hasil untuk kedua kandidat.
Mengubah Persaingan
Masuknya Harris ke dalam persaingan setelah Biden mengakhiri upayanya untuk terpilih kembali pada bulan Juli telah mengubah persaingan, menghapus keunggulan yang dibangun Trump selama minggu-minggu terakhir kampanye Biden yang goyah. Menurut situs web pelacak jajak pendapat FiveThirtyEight, Harris mengungguli Trump dengan lebih dari dua poin persentase di Pennsylvania.
Trump menang di Pennsylvania tahun 2016 dengan selisih sekitar 44.000 suara, selisih kurang dari satu poin persentase, sementara Biden menang dengan selisih lebih dari 80.000 suara tahun 2020, selisih 1,2 persen.
Kedua kampanye tersebut menjadikan negara bagian tersebut sebagai prioritas utama, dengan membanjiri gelombang udara dengan iklan. Dari lebih dari 110 juta dollar AS yang dihabiskan untuk iklan di tujuh negara bagian medan tempur sejak Biden mengundurkan diri pada akhir Juli, sekitar 42 juta dollar AS dihabiskan di Pennsylvania, lebih dari dua kali lipat negara bagian lainnya, Wall Street Journal melaporkan pada 16 Agustus, mengutip data dari situs pelacakan AdImpact.
"Demokrat dan Republik telah mengeluarkan 114 juta dollar AS untuk iklan di Pennsylvania sejak akhir Agustus hingga pemilu, dua kali lipat lebih banyak dari 55 juta dollar AS yang dipesan di Arizona, jumlah tertinggi berikutnya," ungkap AdImpact.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.