Pacu Dekarbonisasi, Kemenperin Harap Stakeholder Bersinergi Kembangkan Komoditas Hidrogen

Kamis, 15 Agu 2024, 10:48 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan komoditas hidrogen. Diharapkan stakeholder terkait bisa bersinergi dalam pengembangan komoditas hidrogen yang merupakan produk industri strategis untuk mendukung program dekarbonisasi.

Hal itu dipaparkan Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Reni Yanita, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Hidrogen Sebagai Komoditas Strategis Industri di Jakarta, Kamis (15/8).

Ket. Foto: Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Reni Yanita menyampaikan sambutannya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Hidrogen Sebagai Komoditas Strategis Industri di Jakarta, Kamis (15/8). — Sumber: Istimewa

Reni menguraikan, di tengah tantangan perubahan iklim, Indonesia memerlukan tindakan yang tepat untuk mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca secara bertahap. Indonesia telah menyampaikan peningkatan ambisi penurunan emisi GRK melalui dokumen Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC).

Target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kemampuan sendiri dari sebelumnya sebesar 29% meningkat ke 31,89%. Sedangkan target dengan dukungan internasional dari sebelumnya sebesar 41% meningkat ke 43,20% pada tahun 2030.

"Kemenperin berkomitmen untuk dapat mencapai target NZE di sektor industri pada tahun 2050, lebih cepat 10 tahun dari target NZE nasional,"u cap Reni.

Fenomena krisis energi yang melanda dunia serta komitmen Indonesia dalam penurunan emisi GRK, harus menjadi perhatian industri, khususnya dalam menemukan solusi pemenuhan energi yang rendah karbon. Pengembangan hidrogen hijau adalah salah satu strategi untuk mencapai target NZE industri tahun 2050.

Hidrogen adalah alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan dan merupakan media penyimpan energi yang ideal, apalagi jika dibangkitkan dari sumber energi terbarukan (green hydrogen). Selain itu, hidrogen adalah penghubung rantai energi yang berkelanjutan dan bebas emisi dari awal hingga akhir. Namun, penggunaan hidrogen sebagai energi dalam skala besar perlu didukung dengan infrastruktur produksi, penyimpanan, dan transportasi ke pengguna akhir yang handal, aman, memadai, dan ekonomis.

Hal ini memunculkan tantangan sekaligus peluang yang sangat besar bagi pengembangan industri hidrogen ke depan. Oleh karena itu, industri harus bersiap untuk mengambil peluang ini dengan mempersiapkan penyediaan infrastruktur dan teknologi yang paling efisien dan sesuai dengan standar keamanan yang memadai.

Reni menyebutkan bahwa sektor industri gas industri merupakan sektor industri pendukung yang memiliki peran sangat penting dalam operasional industri lain selama lebih dari 3 dekade terakhir. Kapasitas industri gas industri nasional saat ini sebesar 2,5 juta ton dan mampu mencukupi kebutuhan gas industri dalam negeri sebesar 1,4 juta ton/tahun.

Kapasitas industri gas industri nasional terdiri atas oksigen sebesar 658 ribu ton per tahun, nitrogen sebesar 1,2 juta ton per tahun, karbon dioksida sebesar 653 ribu ton per tahun, hidrogen sebesar 4 ribu ton per tahun, serta gas mulia dan gas-gas lain sebesar 48 ribu ton per tahun. "Secara umum, kapasitas produksi yang ada sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri," sebutnya.

Industri gas industri telah menjalankan peran dengan sangat baik sebagai penyedia gas industri di Indonesia. "Kami juga mengapresiasi industri gas industri telah secara aktif mendukung program pemerintah dalam penanganan kebutuhan oksigen pada masa pandemi Covid-19 dengan mengalokasikan seluruh produksi oksigen ke rumah sakit untuk menolong rakyat Indonesia," pungkas Reni.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.