Mencermati Data Inflasi AS
Selasa, 13 Agu 2024, 08:17 WIBJAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan, hari ini (13/8), karena dipengaruhi swntimen eksternal. Peluang pelemahan makin terbuka jika data ekonomi Amerika Serikat (AS) sesuai ekspektasi pasar.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo melihat investor tengah menantikan data inflasi utama AS untuk mengkonfirmasikan terkait stabilitas pertumbuhan harga.
Karenanya, Sutopo memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (13/8), bergerak di kisaran 15.950 - 16.000 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Senin (12/8), ditutup melemah 30 poin atau 0,19 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.955 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi di tengah pasar mengantisipasi rilis data neraca perdagangan Indonesia untuk Juli 2024.
"Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh antisipasi data inflasi AS yang akan rilis Rabu lusa dan data neraca perdagangan Indonesia pada Kamis," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan 1,4 miliar dollar AS pada Juli 2024 dengan tren penurunan dibanding periode-periode sebelumnya dimana Juni 2024 sebesar 2,39 miliar dollar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Wilayah DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Selasa (24/2) Sore
-
BEI Catat 3.040 Sanksi, Ratusan Emiten Kena Semprit
-
Antisipasi Arus Puncak, Rekayasa Tol Japek Dilanjutkan
-
Spanyol Wajibkan Verifikasi Usia Ketat untuk Blokir Akses Medsos pada Anak
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi
-
Formula 1: Verstappen Kritik Teknologi Mobil F1 Terbaru, Rasanya Seperti Game Balap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.