Korea Utara Ajukan Taekwondo sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Minggu, 11 Agu 2024, 14:00 WIB

SEOUL - Korea Utara secara sepihak mengajukan permohonan untuk memasukkan taekwondo, seni bela diri tradisional Korea, sebagai Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO, situs web UNESCO menunjukkan pada hari Jumat (9/8).

Menurut situs web UNESCO yang dikutip Yonhap, Korea Utara mengajukan permohonan ke kantor pusat UNESCO pada bulan Maret untuk memasukkan taekwondo pada daftar ICH.

Ket. Foto: Foto arsip menunjukkan atlet taekwondo Korea Utara melakukan demonstrasi di Chuncheon, sebelah timur Seoul, pada tahun 2007. — Sumber: Yahoo/AFP

Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO diperkirakan akan memutuskan permohonan tersebut pada tahun 2026, setelah menilai kualifikasi taekwondo untuk pendaftaran.

Tindakan Pyongyang ini dilakukan meskipun otoritas taekwondo Korea Selatan berencana untuk memasukkan olahraga tersebut dalam daftar ICH.

Choi Jae-chun, kepala organisasi yang mengupayakan pencatatan bersama, mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap melalui telepon bahwa Korea Utara mengambil langkah tersebut secara independen meskipun sebelumnya ada kesepakatan antara badan taekwondo kedua belah pihak untuk mendorong pendaftaran bersama.

Pada tahun 2018, pejabat dari Taekwondo Dunia Korea Selatan dan Federasi Taekwondo Internasional Korea Utara mengadakan pertemuan di Pyongyang untuk membahas kerja sama dalam mendorong pendaftaran seni bela diri tersebut sebagai aset budaya takbenda UNESCO.

Dinas Warisan Korea (KHS) Seoul kemudian mengeluarkan siaran pers, menjelaskan bahwa tidak ada diskusi tingkat pemerintah yang dilakukan antara kedua Korea mengenai dorongan bersama untuk pencatatan tersebut.

"Mendapatkan pendaftaran di daftar ICH terlebih dahulu, atau mengajukan permohonan terlebih dahulu, tidak berarti mengamankan pengakuan eksklusif untuk (taekwondo)," kata KHS.

Korea Utara saat ini memiliki empat item di ICH, termasuk gulat tradisional Korea ssireum, kebiasaan membuat lauk pauk yang diawetkan kimchi, dan lagu rakyat Arirang.

Di antara itu, ssireum didaftarkan atas nama kedua negara melalui upaya bersama untuk pertama kalinya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.