- Home
-
- Luar Negeri
-
- 62 Jenazah Ditemukan dari ...
62 Jenazah Ditemukan dari Reruntuhan Pesawat yang Jatuh di Brazil
Minggu, 11 Agu 2024, 10:06 WIBVINHEDO - Pihak berwenang Brazil pada hari Sabtu (10/8) telah mengevakuasi 62 orang yang tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat di Vinhedo. Para ahli mulai memeriksa kotak hitam pesawat untuk menentukan penyebabnnya.
Rekaman video menunjukkan pesawat ATR 72-500 itu berputar ke bawah dengan mengerikan pada hari Jumat sebelum menabrak kawasan permukiman di kota Vinhedo, sekitar 80 kilometer (50 mil) di barat laut ibu kota keuangan Brazil, Sao Paulo.
Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Voepass itu jatuh hampir vertikal, mendarat dengan perutnya, meledak, dan terbakar, menghantam kuat daratan sehingga hampir "rata dengan tanah," kata letnan pemadam kebakaran Sao Paulo Olivia Perroni Cazo.
"Sebanyak 62 jenazah (34 laki-laki dan 28 perempuan) telah ditemukan dan dibawa ke kamar jenazah di Sao Paulo untuk diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga mereka," kata pemerintah daerah Sabtu malam.
Dua orang telah teridentifikasi melalui sidik jari. Wali Kota Vinhedo Dario Pacheco mengatakan keduanya adalah pilot dan kopilot.
Pesawat turboprop bermesin ganda yang dibuat oleh perusahaan penerbangan ATR itu terbang dari Cascavel di negara bagian Parana selatan menuju bandara internasional Guarulhos di Sao Paulo.
Para ahli dari Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan Brasil (CENIPA) telah mulai menganalisis dua kotak hitam yang ditemukan dari reruntuhan pesawat, yang berisi percakapan kabin dan data dalam penerbangan, kata kepala pusat tersebut, Marcelo Moreno.
Angkatan Udara Brazil mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan laporan pendahuluan "dalam waktu sekitar 30 hari."
Menurut situs web Flight Radar 24, pesawat itu terbang sekitar satu jam pada ketinggian 17.000 kaki (5.180 meter), hingga pukul 01.21 siang (pesawat mulai kehilangan ketinggian pada tingkat yang sangat cepat).
Kontak radar hilang pada pukul 01.22 siang, demikian dilaporkan angkatan udara. Dikatakan bahwa awak pesawat "tidak pernah menyatakan keadaan darurat atau berada dalam kondisi cuaca buruk."
Tidak Ada Masalah Teknis
ATR, anak perusahaan gabungan antara raksasa Eropa Airbus dan Leonardo dari Italia, mengatakan para ahlinya akan membantu dalam penyelidikan tersebut.
Pesawat tersebut, yang digunakan sejak 2010, mematuhi standar terkini, kata Badan Penerbangan Sipil Nasional, seraya menambahkan keempat awaknya telah tersertifikasi penuh.
Direktur operasi Voepass, Marcel Moura, mengatakan pesawat tersebut telah menjalani perawatan rutin pada malam sebelum kecelakaan dan "tidak ada masalah teknis" yang ditemukan.
Namun para ahli menduga lapisan es di sayap pesawat mungkin menjadi penyebab kecelakaan itu.
Moura mengatakan pesawat itu adalah jenis yang terbang pada ketinggian "di mana ada kepekaan lebih tinggi terhadap lapisan es," tetapi kondisi pada hari Jumat "masih dalam parameter yang dapat diterima untuk sebuah penerbangan."
Berkabung Nasional
Kecelakaan itu mengubah badan pesawat menjadi gumpalan logam yang terpelintir. Meskipun terjadi kerusakan, tidak ada korban di darat.
Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengumumkan tiga hari berkabung nasional atas salah satu kecelakaan penerbangan terburuk dalam sejarah negara tersebut.
"Itu mengerikan, mengerikan... tragedi yang menyedihkan," kata Lourdes da Silva Astolfo, 67 tahun, yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kecelakaan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Gibran Buka PENAS XVII di Gorontalo, Tegaskan Indonesia Harus Pastikan Kemandirian Pangan
-
Momen Penumpang Ryanair-Air Malta Nyaris Tersedot Keluar, Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Jendela Pesawat Pecah?
-
CEO Danantara: Saham Perbankan RI Masih di Bawah Harga Wajar
-
Industri Perhotelan Masuki Era Baru Lewat Teknologi Distribusi Berbasis AI
-
Pesawat Tempur Siluman F-35B Jatuh di California, Pilot Berhasil Melontarkan Diri
-
Airbus dan Air France Dinyatakan Bersalah atas Tragedi Jatuhnya AF447 yang Tewaskan 228 Orang
-
Tren Logam Mulia Menggiurkan, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.