Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Starmer Nyatakan Status Siaga Penuh

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Starmer Nyatakan Status Siaga Penuh Doc: AFP/HENRY NICHOLLS
Ket. Keir Starmer

LONDON - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Jumat (9/8) mengatakan bahwa pihak berwenang harus tetap waspada hingga akhir pekan ini di tengah kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan lebih lanjut oleh kelompok sayap kanan di kota-kota besar dan kecil di Inggris.

PM Starmer pun mengatakan upaya sistem peradilan pidana dalam beberapa hari terakhir, termasuk hakim yang dengan cepat menjatuhkan hukuman penjara jangka panjang kepada beberapa perusuh, telah bertindak sebagai pencegah terjadinya lebih banyak kekerasan.

Komentarnya muncul setelah dua malam relatif tenang di seluruh Inggris, setelah sepekan terjadi kerusuhan hampir setiap malam di lebih dari selusin kota besar dan kecil usai terjadinya serangan penikaman mematikan yang menewaskan tiga anak.

Namun, kerusuhan terus berlanjut di Irlandia Utara, di mana polisi menyalahkan paramiliter loyalis pro-Inggris karena memicu kekerasan malam di Belfast.

"Saya benar-benar yakin bahwa kehadiran petugas polisi dalam beberapa hari terakhir dan keadilan yang cepat ditegakkan di pengadilan kita, telah memberikan dampak yang nyata," kata PM Starmer kepada stasiun televisi Inggris tentang situasi di Inggris.

"Tetapi kita harus tetap waspada menjelang akhir pekan ini karena kita benar-benar harus memastikan bahwa komunitas kita aman dan terlindungi serta merasa aman dan terlindungi," imbuh dia.

Berbicara saat berkunjung ke markas besar Kepolisian Metropolitan London, PM Starmer mengatakan potensi kerusuhan yang disebabkan oleh dimulainya musim sepak bola akan ditambahkan ke dalam tantangan yang dihadapi polisi akhir pekan ini.

Pernyataan PM Starmer diamini oleh Menteri Kabinet Inggris, Nick Thomas-Symonds. "Pemerintah Inggris telah mendesak petugas polisi untuk tetap waspada menjelang kemungkinan kerusuhan lebih lanjut pada akhir pekan setelah beberapa hari terjadi serangan dan kekacauan rasis yang disertai kekerasan," ucap Thomas-Symonds kepada Sky News, Jumat.

"Keselamatan warga negara kami adalah prioritas utama kami," tegas dia.

Aksi "Hooligan"

Beberapa perusuh dan agitator sayap kanan diyakini memiliki kaitan dengan aksi hooligan di ajang sepak bola Inggris yang telah berlangsung selama puluhan tahun, yang telah berkurang sejak masa kejayaannya pada tahun 1980-an namun kekerasan masih terjadi pada hari-hari pertandingan.

Polisi di Inggris mengatakan pada Kamis (8/8) lalu bahwa pasukan di seluruh negeri kini telah menangkap hampir 500 orang karena dugaan ikut serta dalam kerusuhan yang dimulai pada tanggal 30 Juli, sementara sekitar selusin orang dipenjara pada Kamis karena keterlibatannya.

Kerusuhan tersebut, yang pertama kali dipicu oleh serangan dengan senjata tajam pada tanggal 29 Juli yang menewaskan tiga anak di Southport, barat laut Inggris, yang kemudian menyebabkan masjid dan fasilitas terkait migran diserang bersama dengan polisi dan sasaran lainnya. AFP/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.