Korut Tuding Adanya Upaya Bentuk NATO Asia

Kamis, 08 Agu 2024, 02:37 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) mengatakan masuknya Jerman ke dalam pasukan pemantau perbatasan PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea akan meningkatkan ketegangan dan menuduh Washington DC hendak membentuk NATO versi Asia, kantor berita KCNA melaporkan pada Selasa (6/8).

Jerman, sekutu dekat AS, pada 2 Agustus menjadi anggota terbaru Komando PBB, kelompok yang membantu mengawasi perbatasan antara Korsel dan Korut yang dijaga ketat.

Ket. Foto: Bendera Anggota UNC l Sejumlah bendera negara anggota Komando PBB (UNC) dikibarkan termasuk bendera Jerman di Kamp Humphreys, pangkalan militer AS di Pyeongtaek, Korsel, pada 2 Agustus lalu. Jerman pada akhir pekan lalu bergabung dengan UNC di Korsel dan menjadi negara ke-18 yang tergabung dalam UNC. — Sumber: AFP/Anthony WALLACE

"AS berupaya untuk menghidupkan kembali fungsi Komando PBB, yang seharusnya sudah punah pada abad terakhir. Hal ini bertujuan untuk mengubah Komando PBB menjadi NATO versi Asia yang kedua," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip KCNA.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengatakan pekan lalu bahwa langkah tersebut merupakan bukti keyakinan kuat Berlin bahwa keamanan Eropa terkait erat dengan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Kementerian Korut mengatakan masuknya Jerman ke dalam Komando PBB pastinya akan memperburuk situasi militer dan politik di Semenanjung Korea dan kawasan lainnya, serta menambahkan bahwa Jerman akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensinya. SB/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.