Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga untuk Kedua Kalinya dalam 17 Tahun

Kamis, 01 Agu 2024, 00:00 WIB

TOKYO - Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) pada hari Rabu (31/7) kembali mengakhiri program pelonggaran moneter besar-besarannya dengan menaikkan suku bunga untuk yang kedua kalinya dalam 17 tahun, mengindikasikan rencana untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika perekonomian berjalan sesuai harapan para pejabat.

Kebijakan ultra-longgar yang berlangsung lama telah membuat BoJ menjadi bank sentral yang berbeda dari yang lain dalam beberapa tahun terakhir dan menekan nilai yen.

Ket. Foto: Bendera nasional Jepang terlihat di kantor pusat Bank of Japan (BoJ), di Tokyo. Bank of Japan menaikkan suku bunga utamanya, Kamis (31/7). Kenaikan suku bunga kedua sejak 2007 sebagai langkah mundurnya dari kebijakan moneter ultra-longgar yang sudah berlangsung lama. — Sumber: AFP/KAZUHIRO NOGI

Dikutip dari Barron, setelah pertemuan kebijakan dua hari, BoJ menetapkan suku bunga sebesar 0,25 persen, naik dari suku bunga sebelumnya sekitar nol hingga 0,1 persen.

Langkah itu dilakukan setelah kenaikan suku bunga pada bulan Maret yang merupakan yang pertama sejak tahun 2007 dan mengakhiri kebijakan suku bunga negatif yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan di ekonomi terbesar keempat di dunia.

Keputusan hari Rabu, yang juga merinci rencana untuk memangkas pembelian obligasi pemerintah, membantu mendorong yen hingga kurang dari 152 per dollar AS pada satu titik. "Oleh karena itu, bank akan terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter jika ekonomi Jepang bergerak sesuai dengan prediksi," kata BoJ.

Para analis terbagi pendapatnya tentang apakah BoJ akan menaikkan suku bunga, dengan beberapa memperkirakan pembuat kebijakan akan menunggu hingga musim gugur karena lesunya konsumsi di Jepang.

Sementara upah meningkat, dengan serikat pekerja mengamankan kenaikan terbesar dalam tiga dekade, hal ini telah diredam oleh inflasi, yang telah berada di atas target bank sebesar dua persen sejak April 2022.

Tak Terlalu Berisiko

Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, berusaha meyakinkan pengamat pasar bahwa langkah terbarunya tidak terlalu berisiko. "Kenaikan suku bunga masih sangat rendah sebagai suku bunga riil. Tidak akan berdampak negatif besar pada ekonomi," katanya kepada wartawan.

Kenaikan upah telah terlihat di seluruh Jepang dalam berbagai sektor, di antara bisnis kecil dan besar, kata Ueda, dengan harga dan upah diperkirakan akan terus meningkat.

"Mengenai konsumsi pribadi, meskipun dampak kenaikan harga terlihat jelas, pandangan kami adalah dampaknya tetap sangat solid," tambahnya.

Bank tersebut mengatakan akan mengurangi separuh pembelian Obligasi Pemerintah Jepang bulanannya dari enam triliun yen (40 miliar dollar AS) selama dua tahun ke depan. Pembelian tersebut telah digunakan untuk membantu menjaga biaya pinjaman tetap rendah selama bertahun-tahun.

Perhatian kini tertuju pada pengumuman Federal Reserve yang akan dirilis hari ini. Para analis dan pedagang secara umum memperkirakan akan ada jeda lagi oleh bank sentral AS sambil mengharapkan persetujuan untuk penurunan suku bunga pada bulan September.

Yen telah jatuh terhadap dollar AS selama dua setengah tahun terakhir karena bank sentral lain, termasuk Fed, secara agresif menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi.

Yen pada awal Juli mencapai level terlemahnya terhadap dollar AS sejak 1986, tetapi telah menguat sejak saat itu, memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang telah memberikan bantuan. Data Kementerian Keuangan tentang intervensi valas akan dirilis pada hari Rabu.

Yen telah menguat lebih lanjut dalam beberapa hari terakhir karena ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, didorong oleh laporan media dan komentar tokoh senior pemerintah.

Saisuke Sakai, Kepala Ekonom di Mizuho Research & Technologies, mengatakan BoJ yakin harga bergerak ke arah yang diinginkannya. Meskipun konsumsi agak lemah, kenaikan gaji cukup kuat yang kemungkinan akan meningkatkan konsumsi cepat atau lambat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.