Hutan Dunia Gagal Mengekang Emisi Iklim pada Tahun 2023

Rabu, 31 Jul 2024, 00:00 WIB

SAO PAULO - Menurut sebuah studi yang dipresentasikan pada hari Senin (29/7), hutan dan ekosistem daratan di dunia telah gagal mengekang perubahan iklim pada tahun 2023, akibat kekeringan parah di hutan hujan Amazon dan kebakaran hutan yang memecahkan rekor di Kanada. Berbagai peristiwa tersebut menghambat kemampuan alami mereka untuk menyerap karbon dioksida.

"Artinya, jumlah rekor karbon dioksida memasuki atmosfer bumi pada tahun 2023, yang selanjutnya memperparah pemanasan global," kata tim peneliti dari Universitas Tsinghua di Tiongkok, Universitas Exeter di Inggris, serta Laboratorium Ilmu Iklim dan Lingkungan atau Laboratory for Climate and Environmental Sciences atau sebuah organisasi penelitian Prancis.

Ket. Foto: Pepohonan terlihat di Laguna Grande di hutan hujan Amazon yang dilindungi di Cuyabeno, Ekuador, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/DANIEL MUNOZ

Dikutip dari The Straits Times, tumbuhan membantu memperlambat perubahan iklim dengan menyerap sejumlah besar karbon dioksida, gas rumah kaca utama yang mendorong pemanasan global. Hutan dan ekosistem daratan lainnya rata-rata menyerap hampir sepertiga emisi tahunan dari bahan bakar fosil, industri, dan penyebab manusia lainnya.

Namun kata rekan penulis studi, Philippe Ciais, pada tahun 2023 penyerap karbon itu gagal. "Penyimpanan adalah sebuah pompa, dan kita memompa lebih sedikit karbon dari atmosfer ke daratan. Tiba-tiba pompa itu tersendat dan memompa lebih sedikit," kata Ciais dalam sebuah wawancara.

Akibatnya, kata para peneliti, laju pertumbuhan karbon dioksida di atmosfer melonjak 86 persen pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Studi mereka dipresentasikan pada Konferensi Karbon Dioksida Internasional di Manaus, Brasil.

Rekor Suhu Tinggi

Pendorong utamanya adalah rekor suhu tinggi secara global yang mengeringkan vegetasi di Amazon dan hutan hujan lainnya, mencegah mereka menyerap lebih banyak karbon sekaligus memicu kebakaran hebat di Kanada.

"Bayangkan tanaman di rumah Anda, jika Anda tidak menyiramnya, tanaman tersebut tidak akan produktif, tidak tumbuh, dan tidak menyerap karbon," kata Stephen Sitch, salah satu penulis studi dan pakar karbon di Universitas Exeter.

"Lakukan hal ini dalam skala besar seperti hutan Amazon," kata Sitch di sela-sela konferensi tersebut.

Studi ini masih dalam proses peninjauan sejawat dengan jurnal akademis, tetapi tiga ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan kesimpulannya masuk akal.

Mereka mengatakan penurunan pada serapan karbon daratan cenderung terjadi pada tahun-tahun yang terdampak oleh fenomena iklim El Nino, seperti tahun 2023. Namun, rekor suhu tinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat penurunan pada tahun 2023 menjadi sangat ekstrem.

Selain itu, konsekuensi dari penurunan ini lebih parah daripada sebelumnya karena manusia kini menyebabkan emisi karbon dioksida lebih banyak daripada sebelumnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.