Geopolitik AS dan Tiongkok Jadi Tantangan Pengembangan Industri Baterai RI

Selasa, 30 Jul 2024, 00:17 WIB

Jakarta - Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan industri baterai agar bisa bersaing di pasar global, salah satunya dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kata Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho Pranatyasto.

Saat menjadi pembicara dalam International Battery Summit 2024 di Jakarta, Senin, Toto menjelaskan bahwa kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) Amerika Serikat yang memberikan insentif sebesar 7.500 dolar AS untuk kendaraan listrik (EV) menggunakan bahan baku baterai dalam negeri, menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia.

Potensi perubahan pemerintahan AS pasca pemilihan presiden mendatang juga harus menjadi perhatian serius.

"Jika AS berganti kepemimpinan ke arah lebih Republikan, ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia karena tidak terikat dengan aturan IRA, sehingga kita bisa mengekspor bahan baku baterai ke AS," ujarnya.

Tensi geopolitik AS-Tiongkok telah mendorong pembentukan blok-blok ekonomi regional.

Situasi ini dapat mengarah pada fragmentasi rantai pasok global dan menciptakan hambatan perdagangan baru bagi industri baterai.

Toto mengatakan, persaingan dua negara adidaya itu juga memicu peningkatan investasi dalam pengembangan teknologi baterai.

Selain geopolitik, tantangan lain yang dihadapi industri baterai Indonesia, menurut Toto, adalah keterbatasan tenaga kerja Indonesia yang ahli dalam produksi baterai.

Toto mencontohkan perusahaan LG di Karawang, Jawa Barat sampai harus mengirimkan ratusan tenaga kerja Indonesia ke Korea Selatan dan Tiongkok untuk mempelajari produksi sel baterai.

Tantangan berikutnya adalah permintaan domestik untuk kendaraan listrik. Saat ini, jumlah kendaraan listrik di Indonesia masih sangat rendah, sehingga sebagian besar bahan dan sel baterai akan diekspor.

Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 27 ribu kendaraan listrik roda empat dan 100 ribu kendaraan listrik roda dua, yang setara dengan 1,5 gigawatt per jam.

Padahal, menurut Toto, Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan 900 gigawatt per jam.

Selanjutnya, ia menyebut investasi menjadi tantangan lain pengembangan industri baterai Indonesia.

Untuk membangun rantai pasok baterai yang lengkap, mulai dari pertambangan hingga produksi sel baterai, dibutuhkan investasi besar.

Selain itu, untuk bersaing di pasar global, Indonesia juga harus memastikan praktik penambangantidak merusak lingkungan, memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar, dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

"Kami punya potensi produksi (baterai) yang besar. Kami bisa masuk ke pasar AS, Tiongkok, dan Eropa, tetapi untuk mewujudkannya, kami harus memastikan bahwa kami mematuhi praktik penambangan yang baik," pungkasnya.

Ket. Foto: Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho Pranatyasto saat menjadi pembicara dalam International Battery Summit 2024 di Jakarta, Senin (29/7/2024). — Sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.