Menko PMK Minta Remaja Perempuan Konsumsi Pil Penambah Darah

Jumat, 19 Jul 2024, 13:09 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meminta para remaja perempuan untuk mengonsumsi pil penambah darah. Hal ini untuk mencegah anemia kronis yang berpotensi mengganggu kesehatan janin.

"Kalau dia mengalami anemia kronis berlarut-larut, ketika janin tidak tumbuh kembang tidak baik maka kemungkinan bayi yang dilahirkan juga tidak terlalu baik, tidak sehat," ujar Muhadjir, dalam Festival Ekspresi Anak dalam rangka Hari Anak Nasional 2024, di Jakarta, Kamis (18/7).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam Festival Ekspresi Anak dalam rangka Hari Anak Nasional 2024, di Jakarta, Kamis (18/7). — Sumber: muhammad marup

Dia mengatakan, pemerintah sudah memberikan pil penambah darah ke sekolah dalam rangka memastikan kesehatan ibu sejak remaja. Meski demikian, pihaknya masih menerima laporan para siswi perempuan ada yang tidak mengonsumsi pil tersebut.

Muhadjir menyebut, jika janin tidak sehat, maka bangsa Indonesia menjadi taruhannya. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab generasi tidak kuat, tidak sehat, dan tidak cerdas.

"Siswi-siswi kalau mendapat pil tambah darah mohon diminum. Sementara rasanya memang tidak enak, tapi bagi bangsa dan negara mohon diminum," jelasnya.

Intervensi Lanjutan

Muhadjir melanjutkan, pemerintah juga menyiapkan intervensi lanjutan ketika bayi dalam kandungan. Dia meminta para ibu hamil untuk sering memeriksakan diri ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Jadi saya mohon ibu-ibu hamil untuk sering memeriksakan diri ke Puskesmas untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi," katanya.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah sudah melengkapi hampir seluruh Puskesmas dengan ultrasonografi (USG). Jika ditemukan janin yang butuh intervensi, maka ibu hamil akan mendapat intervensi makanan tambahan.

"Sekarang di Puskesmas sudah bisa USG. jadi kalau kondisi tidak bagus bisa diintervensi oleh makanan tambahan," terangnya.

Muhadjir mengungkapkan, saat ini pihaknya juga sudah melakukan gerakan pengukuran bayi di bawah lima tahun (Balita) secara nasional. Sudah ada 96 persen balita yang diukur atau sekitar 16 juta dari total balita Indonesia sekitar 17,8 juta balita yang terdata secara by name by address.

"Ketika masih balita, ada Posyandu dengan alat pengukur terstandar. Petugas posyandu juga sudah dilatih mengukurnya. Jadi nanti berkesinambungan program makanan tambahan untuk ibu, balita, dan program makanan bergizi gratis," terangnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.