Industri Pangan Diminta Angkat Potensi Lokal

Senin, 15 Jul 2024, 07:46 WIB

JAKARTA - Pemerintah mendorong industri pangan mengangkat potensi lokal demi mewujudkan kemandirian berbasis sumber daya dalam negeri. Ke depannya, pangan lokal sangat berguna membantu mengurangi kebergantungan terhadap impor.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CCP) maupun Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) selain beras. Hal itu sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Deputi bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan sagu menjadi salah satu jenis pangan lokal yang potensial diolah industri. Dengan sinergi antara stakeholder pangan, baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, potensi lokal setiap daerah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Sudah saatnya pangan lokal diangkat dan dijadikan bagian integral dari ketahanan pangan nasional. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Pangan, sudah waktunya kita memanfaatkan sumber daya ini untuk mendukung kemandirian pangan nasional," ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menuturkan dari data selama sepuluh tahun terakhir, Indonesia mengalami pergeseran pola konsumsi seragam sehingga berisiko jika terjadi kerentanan pangan. Untuk itu, kondisi tersebut perlu diantisipasi.

"Diversifikasi pangan sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Sudah saatnya kita mengangkat pangan lokal seperti sagu yang memiliki potensi besar," ujarnya.

Dia mencontohkan PT Galih Sagu Pangan di Tangerang, Banten, memproduksi beras sagu sejak 2018. Orientasi dari Industri Kecil Menengah (IKM) ini menjadikan beras sagu sebagai alternatif ketahanan pangan lokal masyarakat, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Ada berbagai jenis produk yang dihasilkan dari olahan sagu seperti snack dan mi sagu, serta produk unggulannya yaitu beras sagu.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi sagu nasional pada 2022 mencapai 367.132 ton, dengan Riau sebagai provinsi penghasil terbesar dengan kontribusi sebesar 274.807 ton. Produksi sagu ini menunjukkan potensi besar alternatif pangan selain beras, dimulai dari mengembalikan kebiasaan konsumsi sagu sebagai makanan pokok, seperti di wilayah Papua, Maluku, atau wilayah timur lainnya.

Solusi Impor

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Susanto, menegaskan Indonesia kaya sumber pangan lokal. Sayangnya, selama ini kurang digarap maksimal, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Padahal, jika dioptimalkan bisa membantu pemerintah menekan impor pangan. "Kan di daerah banyak sumber pangan lokal, tinggal dikembangkan saja. Biar tidak bergantung ke impor terus. Impor hanya menguras devisa dan untungkan kelompok tertentu saja," tegas Awan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan diversifikasi pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi kebergantungan terhadap satu jenis pangan, yakni beras. "Diversifikasi pangan tidak hanya penting untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat. Pangan lokal, seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian memiliki nilai gizi tinggi dan bisa menjadi alternatif sehat," jelas Arief.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.