Lulusan Program Vokasi Harus Selaras Kebutuhan Dunia Kerja

Kamis, 11 Jul 2024, 03:03 WIB

Kemendikbudristek berkomitmen mendorong peningkatan lulusan vokasi sesuai pasar kerja dan siap menghadapi tantangan pekerjaan masa depan.

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, mengatakan, pihaknya berkomitmen meningkatkan jumlah lulusan vokasi sesuai pasar kerja. Tidak hanya itu, lulusan vokasi juga diharapkan mampu menjadi pengusaha sukses.

Ket. Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda. — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

"Kami bertujuan meningkatkan jumlah lulusan yang nantinya akan mendapatkan pekerjaan layak, menjadi pengusaha sukses, dan siap menghadapi tantangan pekerjaan masa depan," ujar Kiki, dalam acara Rembug Pendidikan Vokasi: Skill Indonesia 2045, di Jakarta, Rabu (10/7).

Dia menerangkan, cara mewujudkan hal tersebut dengan cara skilling, upskilling, dan reskilling. Di sisi lain, dengan adanya Skills Indonesia 2045 dapat mendorong pembelajaran sepanjang hayat dan mengintegrasikan pendidikan formal dengan pelatihan yang fleksibel.

Kiki menambahkan, pihaknya berkomitmen mengembangkan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan (PVP) yang berkualitas.

Inklusivitas dan keadilan menjadi perhatian dengan memastikan akses yang setara bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan komunitas yang terpinggirkan. "Kita memberdayakan generasi berikutnya untuk berkembang di pasar kerja yang terus berkembang," jelasnya.

Tantangan Masa Depan

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda mengatakan, Skills Indonesia 2045 merupakan salah satu upaya membangun calon tenaga kerja yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Salah satunya mendorong keterampilan yang relevan dengan perubahan dinamis dalam lanskap sosial, ekonomi, dan lingkungan. "Skills Indonesia 2045 adalah jalan baru untuk pemajuan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan, mendorong setiap warga negara mendapatkan kesempatan belajar sepanjang hayat, pengembangan potensi diri, dan keterampilan relevan," ucapnya.

Dia menambahkan, dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan pelatihan non-formal melalui sistem multi entry multi exit yang fleksibel, peserta didik dapat masuk dan keluar layanan pendidikan vokasi formal sesuai kebutuhan mereka.

PVP juga menekankan pengembangan karakter, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, ketekunan, pemecahan masalah, dan adaptasi.

"Inisiatif ini mendorong inovasi dan kewirausahaan sebagai kunci pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.

Sebelumnya, Uuf Brajawidagda juga mengatakan, antara pendidikan profesi dan vokasi saling melengkapi. Menurutnya, program vokasi, terutama di perguruan tinggi, tidak mesti banyak, tapi tersedia dan menyesuaikan potret daerah.

"Kita butuh keduanya (profesi dan vokasi) karena memang tipe pekerjaan juga macam-macam. Saling melengkapi. Program vokasi tidak mesti banyak, tapi tersedia dan kebutuhan daerah kan berbeda-beda," terang Uuf.

Dia menilai, semakin banyak pihak-pihak menyuarakan pentingnya pendidikan vokasi maka semakin bagus. Menurutnya, di banyak negara maju, pendidikan vokasinya juga maju. "Semakin banyak vokasi disuarakan dan menjadi kesadaran itu semakin bagus. Terkait kebijakan tentang vokasi, di berbagai negara maju vokasinya maju juga," ucapnya.

Sebelumnya, Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai perguruan tinggi mesti memperbanyak program vokasi. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menyiapkan lulusan siap kerja yang berdampak pada tercapainya bonus demografi di Indonesia. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.