Korut Kecam Latihan Tembak Korsel Dekat Perbatasan

Selasa, 09 Jul 2024, 02:45 WIB

SEOUL - Adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengecam latihan tembak yang kembali dilakukan oleh Korea Selatan (Korsel) di dekat wilayah perbatasan antara kedua Korea, dan menyebutnya sebagai tindakan provokasi yang memperburuk situasi di Semenanjung Korea.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor beritaKCNApada Senin (8/7), Kim Yo-jong mengatakan bahwa latihan tembak dengan artileri dari tentara Korsel yang sembrono itu dapat menimbulkan bahaya bagi semua pihak, karena semakin mendekati ke wilayah perbatasan Korut.

Ket. Foto: Kim Yo-jong — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

"Latihan militer yang dilakukan Korsel baru-baru ini di dekat wilayah perbatasan antar kedua negara sebagai provokasi nyata dan tidak bisa dimaafkan," ungkap Kim Yo-jong. "Jika Korut merasa kedaulatannya telah dilanggar, maka pasukan bersenjata kami akan langsung meluncurkan sebuah misi dan tugas sesuai konstitusi," imbuh dia.

Selanjutnya Kim Yo-jong juga mengklaim bahwa latihan gabungan multidomain Freedom Edge yang baru-baru ini dilakukan antara Korsel, Amerika Serikat (AS), dan Jepang, sebagai latihan yang jelas memperlihatkan tindakan AS dan kekuatan musuh yang mengejar dominasi militer di wilayah tersebut melewati batas berbahaya.

Kim Yo-jong juga menuduh Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, yang tampak kembali melanjutkan latihan serupa untuk memecahkan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada dirinya sendiri, seperti mengalihkan perhatian publik dari kinerja buruknya dalam politik dalam negeri.

"(Presiden) Yoon dan kelompoknya, yang jatuh ke dalam krisis pemerintahan terburuk, tengah mencoba untuk tiba-tiba kabur melalui cara dengan meningkatkan ketegangan," ungkap Kim Yo-jong.

Dengan mengutip petisionlineyang menyerukan pemakzulan Presiden Yoon yang telah ditandatangani oleh lebih dari 1 juta orang, ia juga mengutuk Presiden Yoon yang terus berupaya untuk menciptakan ketegangan di kawasan demi terciptanya suasana perang, dan tak segan-segan melakukan latihan tembak di kawasan perbatasan yang berbahaya.

Presiden Yoon pada Senin sedang memulai perjalanan ke AS untuk menghadiri KTT Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan mengunjungi Komando Indo-Pasifik AS.

Tanggapan Seoul

Sementara itu pemerintah di Seoul menyampaikan penyesalan mendalam kepada rezim Pyongyang yang berupaya untuk mencampuri urusan dalam negeri Korsel, seperti menyampaikan kecaman kepada kepala negara.

Seoul menyampaikan hal itu setelah adik perempuan pemimpin Korut mengkritik Presiden Yoon dalam sebuah pernyataan terbaru.

"Upaya Korut untuk memecah belah masyarakat Korsel tidak akan pernah berhasil," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Goo Byong-sam, dalam pengarahan pers pada Senin.

Sementara itu juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Jeon Ha-kyu, pun menyampaikan bahwa militer Korsel telah menormalkan kembali aktivitas latihan tembak di wilayah yurisdiksinya, dengan menambahkan bahwa kedepannya pun pihak militer akan terus melakukannya sesuai rencana. KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.