- Home
-
- Luar Negeri
-
- Adik Kim Jong Un Kecam Lat...
Adik Kim Jong Un Kecam Latihan Militer Korsel di Perbatasan
Senin, 08 Jul 2024, 14:03 WIBSEOUL - Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada hari Senin (8/7) mengecam dimulainya kembali latihan artileri tembak langsung oleh Korea Selatan di dekat perbatasan sebagai "histeria bunuh diri". Ia memperingatkan kemungkinan tindakan militer terhadap tindakan tersebut.
Dilaporkan Yonhap, Korea Selatan telah melakukan latihan artileri tembakan langsung di dekat perbatasan darat dan laut dalam beberapa minggu terakhir setelah menangguhkan perjanjian pengurangan ketegangan militer antar-Korea tahun 2018 yang melarang manuver semacam itu dan tindakan lain yang dianggap bermusuhan satu sama lain.
"Jelas bagi semua orang betapa berisikonya latihan tembak-menembak amunisi tajam yang dilakukan tentara ROK saat mendekati perbatasan DPRK dalam situasi seperti ini," kata Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Kantor Berita resmi Korea Utara (KCNA).
ROK adalah akronim dari nama resmi Korea Selatan, Republik Korea. DPRK adalah akronim dari nama lengkap Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.
Kim mengklaim Korea Selatan telah mengganggu stabilitas keamanan regional, sementara Presiden Yoon Suk Yeol tengah berupaya melakukan "pelarian darurat" dari krisis politik dengan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea melalui tindakan-tindakan provokatif di wilayah perbatasan.
Dalam upaya untuk memecah belah Korea Selatan, ia menunjukkan bahwa jumlah warga Korea Selatan yang menuntut Majelis Nasional mengusulkan rancangan undang-undang tentang pemakzulan Yoon telah melampaui angka 1 juta di situs web petisi parlemen.
"Siapa pun tidak dapat tidak mengakui bahwa presiden yang dipilih oleh rakyat telah membuat nasib ROK tergantung pada seutas benang," katanya.
Menyebut dimulainya kembali latihan tembak-menembak oleh militer Korea Selatan sebagai "histeria bunuh diri," Kim memperingatkan kemungkinan tindakan militer terhadap tindakan yang dianggap provokatif oleh Korea Utara.
"Apabila berdasarkan kriteria kami diputuskan bahwa mereka melanggar kedaulatan DPRK dan melakukan tindakan yang setara dengan deklarasi perang, angkatan bersenjata kami akan segera melaksanakan misi dan tugas yang diamanatkan oleh Konstitusi DPRK."
- Kim Jong-un
- Korea Selatan (Korsel)
- Konflik Semenanjung Korea
- Korea Utara
- Latihan militer
- Kim Yo-jong
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Harga Naik Dipicu Biaya Plastik Kemasan
-
Gaikindo: Industri Segmen Komersial Jadi Kunci Pertumbuhan Otomotif Tanah Air
-
Pendampingan Intensif pada Sejumlah SPPG dalam Pengelolaan Limbah
-
Sulsel Buka Kuota Sertifikasi Halal Gratis 2026, UMKM Bisa Daftar Sekarang
-
Pemerintah Kaji Rencana Pembelian 24 Pesawat Tempur Rafale dari Prancis
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.