Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bentrokan di Utara Kian Meluas

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bentrokan di Utara Kian Meluas Doc: AFP
Ket. Bentrokan l Sebuah misil ditembakkan dari sebuah pangkalan militer di Kota Lashio di Negara Bagian Shan, Myanmar, pada Oktober lalu. Situasi keamanan di sekitar Lashio pada Rabu (3/7) dilaporkan genting setelah bentrokan antara kelompok etnis bersenjata dan pasukan junta kian meluas.

YANGON - Warga dan media lokal pada Rabu (3/7) menyatakan bahwa sebuah bentrokan terjadi di dekat komando militer regional di Myanmar utara. Bentrokan tersebut menandakan bahwa telah terjadinya serangan yang tampaknya kian meluas terhadap pasukan junta.

Tembakan senjata telah mengguncang Kota Lashio di Negara Bagian Shan, yang merupakan markas komando militer timur laut, sejak 2 Juli lalu, kata seorang warga kepada AFP. "Sejak tadi malam, kami mendengar penembakan yang menargetkan komando militer daerah dan kami tidak berani keluar," kata seorang warga yang meminta tidak disebutkan namanya.

Koresponden AFP yang mewawancarai warga lainnya menambahkan bahwa pertempuran terjadi di luar kota dan mengatakan bahwa militer telah menutup semua akses jalan menuju Lashio.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan sebuah bangunan kayu hancur dan sebagian terbakar, dan media lokal melaporkan enam warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut.

Lashio terletak di jalan raya utama yang membentang dari Kota Mandalay hingga Provinsi Yunnan di Tiongkok. Selain mengganggu akses jalan, semua rencana penerbangan ke Lashio dari pusat komersial Yangon pun telah dibatalkan sejak 3 Juli pagi, kata sumber bandara di Yangon kepada AFP, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sejak Oktober lalu, kelompok etnis bersenjata yang disebut Aliansi Tiga Persaudaraan yang terdiri dari Tentara Arakan (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) diketahui telah melancarkan serangan terhadap militer di dekat Lashio dan di sepanjang perbatasan Tiongkok.

Aliansi tersebut merebut sebagian besar wilayah dan penyeberangan perbatasan yang menguntungkan, sehingga memberikan pukulan terbesar bagi junta sejak mereka merebut kekuasaan pada 2021.

Pernyatan Indonesia

Sementara itu Indonesia menyatakan akan mendukung peran kepemimpinan Malaysia, yang akan menjadi ketua Asean tahun depan, dalam membantu menyelesaikan krisis di Myanmar.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad bin Hasan, di Kuala Lumpur pada Rabu, Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan harapan agar Malaysia bisa mempertahankan keberlanjutan pendekatan inklusif yang telah diterapkan Indonesia selama kepemimpinannya di Asean pada 2023."Keinginan untuk dialog yang inklusif kita lihat belum ada. Untuk itu, kami sepakat untuk terus memperkuat persatuan pemangku kepentingan dalam dialog inklusif, memperluas bantuan kemanusiaan yang inklusif pula dan tidak terpolitisasi, serta mendorong dukungan dan sinergi dari komunitas internasional dalam upaya yang dilakukan oleh Asean," kata Menlu Retno dalam transkrip keterangan persnya. AFP/Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Malaysia Angkat Isu Kabut A...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.