Menkeu-Stanford Doerr School Bahas Isu Perubahan Iklim

Rabu, 03 Jul 2024, 13:07 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kedatangan Stanford Doerr School of Sustainability Scholar-in-Residence Jeffrey Ball untuk mendiskusikan isu keberlanjutan.

Ket. Foto: Menkeu Keuangan Sri Mulyani Indrawati. — Sumber: ANTARA/ Imamatul Silfia

School of Sustainability merupakan salah satu cabang studi baru yang dibentuk oleh Stanford untuk membahas isu keberlanjutan dan perubahan iklim, baik yang dihadapi oleh negara maju maupun berkembang.

"Jeff menyampaikan pengalaman saya yang sangat luas dan cukup panjang, baik di institusi global (World Bank - IMF) dan sebagai Menteri Keuangan Indonesia akan memberikan perspektif yang relevan, penting dan menarik dalam pembahasan isu keberlanjutan," kata Sri Mulyani dalam akun Instagram resmi @smindrawati, seperti dikutip di Jakarta, Selasa (2/7).

Menkeu mengatakan melalui Stanford School of Sustainability akan dibangun platform bagi para pemikir terbaik dunia, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dunia usaha untuk bertukar ide dan pandangan dalam memecahkan masalah perubahan iklim dan keberlanjutan, baik dari segi kebijakan, tata kelola, pembiayaan, maupun aspek penting lainnya.

Platform tersebut diwadahi dengan membentuk Stanford Sustainability Review yang diharapkan dapat menjadi jurnal internasional yang berkualitas dan berkelas.

"Kami mendiskusikan bagaimana platform global tersebut dapat secara inklusif memuat ide dan diskusi berdasarkan pengalaman dan pemikiran dari berbagai belahan dunia yang relevan dan penting, yang mampu menjadi terobosan dalam mendorong kerja sama dan kemajuan dari agenda keberlanjutan," ujar Sri Mulyani.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam penanganan isu perubahan iklim melalui pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan prinsip transisi yang adil dan terjangkau.

Pengelolaan itu diwujudkan melalui tiga bagian terpenting anggaran, yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Pendapatan negara digunakan untuk memberikan insentif dan disinsentif bagi aktivitas ekonomi, termasuk penanganan perubahan iklim dan penurunan emisi karbon.

Dari sisi belanja, komitmen ditunjukkan dengan alokasi belanja perubahan iklim. Sejak 2016, Pemerintah mengeluarkan kebijakan Climate Budget Tagging yang didasarkan pada kesadaran atas kebutuhan anggaran dalam penanganan iklim.

Sementara pada sisi pembiayaan, Indonesia aktif mengembangkan instrumen pembiayaan yang mendukung ekonomi hijau seperti Green Sukuk, SDGc Bond, dan Blue Bond. Indonesia menjadi pionir yang mengkombinasikan pembiayaan hijau dan sukuk.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.