Pemkab Ajak Petani Purwakarta Berperan Aktif untuk Budidaya Durian
Sabtu, 29 Jun 2024, 00:23 WIBPurwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengajak para petani berperan aktif dalam upaya pengembangan budidaya durian agar menjadi komoditas hortikultura andalan baru di Purwakarta.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Sri Jaya Midan, di Purwakarta, Jumat menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 750 hektar lahan perkebunan untuk pengembangan budidaya komoditas durian.
Lahan yang disiapkan untuk pengembangan budidaya durian itu merupakan lahan milik petani. Atas hal itulah ia mengajak agar para petani berperan aktif dalam melakukan pengembangan budidaya tersebut.
Ia mengatakan, jenis durian yang dikembangkan di wilayah Purwakarta itu sebagian besar merupakan jenis yang sudah dikenal di pasaran, yakni durian jenis montong, musang king, kuning mas dan durian bawor.
Meski begitu, pihaknya juga mempersiapkan untuk pengembangan varietas durian lokal, agar ke depan buah durian asal Purwakarta memiliki ciri khas.
"Sekarang kita masih mempelajari jenis-jenis durian lokal di Purwakarta yang bisa kembangkan," kata Midan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Purwakarta, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa Penjabat Bupati Purwakarta Benni Irwan meminta agar jajaran Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta terus mengembangkan berbagai komoditas pertanian yang unggul.
Hal tersebut perlu dilakukan agar ke depan, durian lokal Purwakarta bisa bersaing di pasar nasional dan internasional.
"Kesuksesan komoditas Manggis Wanayasa menembus pasar internasional menjadi inspirasi yang sangat kuat bagi Purwakarta untuk mengembangkan komoditas dari sektor lain sehingga bisa menembus pasar nasional bahkan pasar internasional," kata Rudi.
Menurut dia, Pj Bupati telah memberikan arahan kepada berbagai instansi terkait di lingkungan Pemkab Purwakarta untuk menjadikan keberhasilan mengekspor Manggis sebagai momentum mengembangkan berbagai komoditas dari sektor-sektor lainnya ke pasar yang lebih luas, yakni pasar nasional dan pasar internasional.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Masih Tertekan, 19 Januari 2025
-
Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau di Bangka Tengah
-
Rupiah Nyaris Rp17.000, Dampak Perang Asia Barat Makin Ngeri, Dompet Rakyat Terancam?
-
Sentani International Airport Diyakini Naikkan PAD Jayapura
-
Menag Nasaruddin Umar Minta Reformasi Birokrasi Kemenag Berbasis Validitas Data dan Penguasaan Teknologi
-
Cerita Audy Item Berjuang Melawan Obesitas
-
Literasi Kesehatan Jadi Gampang, Kemenekraf Andalkan Gim Edukatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.