Menanti Data PCE AS
Rabu, 26 Jun 2024, 09:48 WIBJAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS diperkirakan terfluktuasi dalam perdagangan tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sikap investor menanti atau wait and see data belanja warga Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk dari kebijakan suku bunga bank sentral setempat (the Fed).
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (26/6), bergerak fluktuatif di kisaran 16.320-16.400 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Selasa (25/6), ditutup menguat 19 poin atau 0,12 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.375 rupiah per dollar AS. Penguatan tersebut terjadi di tengah pasar mengantisipasi data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS.
"Penguatan akan terbatas mengingat investor masih cenderung wait and see mengantisipasi data inflasi PCE AS," kata analis mata uang Lukman Leong di Jakarta.
PCE inti AS diperkirakan akan naik 0,1 persen secara bulanan atau month on month (mom) dan secara tahunan atau year on year (yoy) turun dari 2,8 persen menjadi 2,6 persen. Selain itu, rupiah menguat terhadap dollar AS yang terkoreksi setelah data manufaktur (Dallas Fed) yang lebih lemah dari perkiraan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.