Menkominfo Ungkap Penyerang Pusat Data Nasional Minta Tebusan 8 Juta Dollar AS
Senin, 24 Jun 2024, 14:27 WIBJAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pihak yang menyerang Pusat Data Nasional (PDN) dengan virus ransomware meminta tebusan sebesar 8 juta dollar Amerika Serikat.
"Iya menurut tim (meminta) 8 juta dollar AS," kata Budi Arie dijumpai di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/6).
Ia mengatakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar konferensi pers di Kementerian Kominfo siang hari ini terkait serangan terhadap PDN.
Budi Arie mengungkapkan serangan tersebut merupakan virus ransomware jenis baru dari lockbit 3.0.
Sebelumnya pada Kamis (20/6) terjadi gangguan pada Pusat Data Nasional yang berdampak pada beberapa layanan publik. Salah satu layanan yang terdampak adalah keimigrasian.
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim mengatakan sejak Sabtu (22/4) layanan keimigrasian sudah pulih.
Imigrasi memutuskan untuk memindahkan pusat data (data center)12 jam sejak gangguan teknis di PDN Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) teridentifikasi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Serangan Siber Makin Meningkat: Indonesia Rawan Sekali atas Ancaman Kejahatan Digital
-
PSG Bentuk Dwarapala CSIRT untuk Respon Cepat Insiden Siber 24/7
-
PWI Pusat Tegaskan Komitmen Penguatan Keamanan Siber Pasca Insiden Deface Situs Resmi
-
Charger Publik Bukan Lagi Penyelamat Tapi Ancaman: Choicejacking, Teknik Hacker Sadis yang Sedot Data Dalam Sekejap!
-
Perluas Akses Energi Bersih Untuk Masyarakat Perkotaan, PLN Hadirkan SPKLU West Hub
-
Meta Tantang Hacker Bobol WhatsApp! Hadiah Fantastis Rp 16 Miliar Asal Bisa Temukan Bug Mematikan!
-
Pemkab Sitaro Terapkan Skema Pemulihan dan Relokasi Jangka Menengah Bagi Korban Banjir Bandang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.