Menkeu Laporkan Keseimbangan Primer APBN per Mei 2024 Surplus Rp184,2 Triliun

Senin, 24 Jun 2024, 13:56 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan keseimbangan primer dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk tahun berjalan per Mei 2024 mengalami surplus Rp184,2 triliun.

"Bulan Mei ini primary balance (keseimbangan primer) kita masih surplus Rp184,2 triliun. Ini masih sangat tinggi surplus dari primary balance," katanya dalam Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025 di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (24/6).

Ket. Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025 di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (24/6/2024). — Sumber: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas

Adapun, keseimbangan primer merupakan selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara, tidak termasuk pembayaran bunga utang.

Sementara untuk keseluruhan, keseimbangan umum APBN 2024 mengalami defisit Rp21,8 triliun atau 0,10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih relatif on track mengingat UU APBN 2024 yang disepakati dengan DPR sebesar defisit 2,29 persen.

Untuk pendapatan negara, terjadi penurunan 7,1 persen year on year (yoy) yang terdiri dari penerimaan pajak mengalami kontraksi 8,4 persen karena berbagai perusahaan mining maupun Crude Palm Oil (CPO) mengalami koreksi dari sisi kinerja perusahaan pada tahun 2023 yang dilaporkan pada April 2024.

Kemudian juga kepabeanan dan cukai kontraksi 7,8 persen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menurun 3,3 persen.

Terkait belanja negara, terjadi kenaikan 14 persen yoy menjadi Rp1.145,3 triliun dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) mencapai Rp62,8 triliun.

"Kami terus melakukan langkah-langkah bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dari sisi transfer agar kita tetap menjaga prioritas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, namun tidak membuat APBN menjadi sumber vulnerability," ujar Sri Mulyani.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.