• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bintang Biner adalah Fenom...

Bintang Biner adalah Fenomena Umum

Senin, 24 Jun 2024, 06:25 WIB

Bintang T Coronae Borealis yang dijuluki Blaze Star dan dikenal oleh para astronom hanya sebagai "T CrB", yang akan mengalami ledakan nova merupakan sistem bintang biner (binary stars system). Lalu apa yang dimaksud dengan bintang biner?

Bintang biner adalah bagian dari sistem multi bintang yang memiliki beberapa jenis. Khusus bintang biner terdiri dari dua bintang yang terikat oleh gravitasi dan saling mengorbit pusat massa yang sama yang disebut barisentrum.

Ket. Foto: — Sumber: NASA

Menurut laman space.com, bintang-bintang dalam sistem biner tidak selalu memiliki massa, ukuran, atau kecerahan yang sama. Bintang yang lebih besar dari pasangan biner disebut bintang primer, sedangkan bintang yang lebih kecil dikenal sebagai bintang sekunder atau bintang pendamping.

Bintang biner adalah bintang ganda, tetapi tidak semua bintang ganda adalah bintang biner. Hal ini karena beberapa bintang ganda terdiri dari dua bintang yang cukup dekat di langit di atas Bumi sehingga tampak sebagai satu titik cahaya, tetapi sebenarnya mereka terpisah jauh di luar angkasa dan bukan bagian dari sistem biner yang terikat oleh gravitasi ini disebut ganda optik.

Bintang biner bukan hal langka. Diperkirakan sekitar 85 persen bintang ada dalam sistem multi bintang termasuk bintang biner atau sistem dengan tiga bintang atau lebih. Sedangkan persentase bintang tunggal hanya mencakup sekitar 15 persen dari semua bintang. Namun 44 persen bintang yang mirip dengan matahari ditemukan dengan pasangan biner.

Jadi sistem multi bintang adalah norma, dan sistem biner adalah sistem multi bintang yang paling umum. Namun demikian proporsi ini saat ini sedang diperdebatkan dengan sengit oleh para astronom.

Meskipun matahari saat ini adalah bintang tunggal, penelitian yang diterbitkan pada 2020 menunjukkan bahwa matahari mungkin pernah memiliki pasangan biner berukuran serupa. Bukti untuk teori ini berasal dari fakta bahwa akan lebih mudah bagi bintang biner untuk menangkap awan Oort, cangkang benda es yang mengelilingi batas luar tata surya.

Pada 2018, tim astronom melihat bahwa bintang HD 186302 sangat mirip dengan matahari dan bisa jadi merupakan saudara bintang bintang induk atau disebut dengan "matahari 2.0," (sun 2.0) dengan tiga kandidat lain yang mungkin disorot.

Peluang sebuah bintang memiliki pendamping tampaknya berkurang seiring ukurannya, menurut buku Transiting Exoplanets (Cambridge University Press, 2010). Sekitar 75 persen bintang tipe O, B, dan A bermassa tinggi tampaknya ditemukan dalam sistem multi bintang, sekitar setengah dari semua bintang mirip matahari tipe F dan G yang diketahui ditemukan dengan pendamping. Hanya 25 persen bintang katai merah tipe M kecil ditemukan dalam sistem multi bintang.

Sistem bintang biner juga dapat mencakup sistem yang berisi bintang normal dan sisa bintang, objek yang terbentuk ketika bintang kehabisan bahan bakar untuk fusi nuklir dan runtuh karena gravitasinya sendiri. "Bangkai" bintang yang padat dan padat ini dapat mencakup katai putih, bintang neutron, dan lubang hitam.

Pada sistem biner kuno dapat berisi dua sisa bintang yang mengorbit satu sama lain. Hubble memisahkan bintang-bintang dalam sistem biner Mira, memperlihatkan dua gumpalan oranye yang bersebelahan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.