Banyak Jaringan Internet Bermasalah, Pemkab Lebak Terapkan PPDB 2024 Jenjang SMP Secara Manual

Minggu, 23 Jun 2024, 07:15 WIB

Rangkasbitung - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menerapkan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada 2024 untukjenjang sekolah menengah pertama (SMP ) secara manual.

"Pendaftaran manual masih menjadi harapan masyarakat dengan langsung mendatangi sekolah dibandingkan online," kata Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten LebakIbnu Wahidin di Rangkasbitung, Lebak, Sabtu.

Ket. Foto: Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ibnu Wahidin. — Sumber: ANTARA/Mansur

Pemerintah daerah tidak menerapkan PPDB 2024 secara daringkarena wilayah Kabupaten Lebak masih terjadi blank spot dan bermasalah jaringan internet,terlebih yang berada di pedalaman.

Selain itu,masih banyak masyarakat belum memahami pengoperasian aplikasi PPDB secara daring.

Oleh karena itu, katanya, PPDB 2024 dilakukan secara manual, di mana wargalangsung mendatangi sekolah.

"Kami meyakini dengan sistem PPDB manual dapat meningkatkan angka melanjutkan pendidikan di tingkat SMP, karena orang tua lebih praktis mendaftar anaknya langsung mendatangi sekolah," katanya.

Pihaknya juga membolehkan SMP yang sudah mandiri dandidukung dengan jaringan internet yang memadai untuk menyelenggarakan PPDBsecara daring.

Saat ini, ada beberapa sekolah di Rangkasbitung menerapkan PPDBdaring, seperti SMPN 1 Rangkasbitung, SMPN 2 Rangkasbitung, dan SMPN 4 Rangkasbitung.

Sekolah yang menerapkan pendaftaran secara daring, katanya, bersifat lokal dan boleh diterapkan sepanjang memenuhi peralatan jaringan internet.

Pendaftaran tingkat SMP di Kabupaten Lebak selama 11-19 Juni 2024 untuk jalur zonasi, sedangkan jalur prestasi 20-26 Juni 2024, jalur afirmasi dan perpindahan orang tua 27 Juni-3 Juli 2024, sedangkan pengumumanhasil PPDB 8 Juli 2024.

"Kami berharap pelaksanaan PPDB berjalan lancar dan semua siswa dapat melanjutkan pendidikan guna mempersiapkan kemajuan bangsa Indonesia," kata Ibnu.

Sejumlah orang tua di Sajira, Kabupaten Lebak mengaku senang mendaftarkan anaknya ke SMP secaramanual karena di wilayah itujaringan internet tidak memadai.

"Kami berharap anaknya dapat diterima di sekolah dan bisa melanjutkan pendidikan hingga akhir selama tiga tahun," kata Mulyadi (45), orang tua siswa yang juga warga Sajira.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.