Waspada, Badan Geologi Sebut Masih Terjadi Suplai Magma di Gunung Kelimutu

Kamis, 20 Jun 2024, 19:39 WIB

Kupang - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut masih terjadi suplai magma ke permukaan pada aktivitas kegempaan Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Warna air danau kawah, sebaran belerang yang intensif dan fluktuasi kegempaan mengindikasikan masih terjadinya suplai magma ke permukaan," kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu, Irwan Ka Uman ketika dihubungi dari Kupang, Kamis.

Ia menjelaskan hasil pengamatan instrumental selama periode 1-15 Juni 2024 menunjukkan kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dalam sebanyak 17 kali.

Gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal, dan tektonik lokal, kata dia, mengalami penurunan, sedangkan gempa terasa meningkat dibanding sebelumnya.

Selanjutnya dari pengamatan visual mengindikasikan terjadinya pelarutan batuan pada kawah I dan naiknya fluida magmatik ke permukaan yang ditunjukkan dari sebaran belerang di permukaan danau kawah.

Selain itu sebaran endapan belerang di permukaan air danau kawah II menunjukkan aktivitas sistem magmatik-hidrotermal yang ada di bawahnya.

"Potensi ancaman bahaya Gunung Kelimutu saat ini masih erupsi freatik dan magmatik," ucapnya.

Irwan menerangkan erupsi freatik adalah erupsi atau letusan yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan yang menyebabkan penguapan air yang hampir seketika menjadi uap, menghasilkan ledakan uap, air, abu, batu, dan bom vulkanik.

Sedangkan erupsi atau letusan magmatik merupakan salah satu jenis aktivitas vulkanik yang terjadi ketika magma dari dalam bumi naik mendekati permukaan dan keluar melalui gunung berapi.

Dengan potensi ancaman bahaya itu, Irwan mengatakan tingkat aktivitas Gunung Kelimutu masih pada Level II atau Waspada.

Untuk itu, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat atau pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 meter dari tepi kawah.

"Karena erupsi freatik dan magmatik dapat menghasilkan lontaran material dalam radius 250 meter," katanya mengingatkan.

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato yang memiliki tiga danau kawah yakni kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.