Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahkamah Konstitusi Thailand Pertimbangkan 3 Kasus Politik Perdana Menteri Srettha

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 08:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahkamah Konstitusi Thailand Pertimbangkan 3 Kasus Politik Perdana Menteri Srettha Doc: ANTARA/TNA
Ket. Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Thailand Srettha Thavisin saat melakukan inspeksi mendadak di Bandar Udara Suvarnabhumi, Thailand, Senin (5/2/2024).

BANGKOK - Mahkamah Konstitusi Thailand pada Selasa (18/6) telah mempertimbangkan tiga kasus politik utama yang melibatkan Perdana Menteri Srettha Thavisin, oposisi utama Partai Move Forward (MFP), dan proses pemilihan anggota dewan baru.

Terhadap kasus pemecatan Perdana Menteri Srettha, pengadilan telah memerintahkan pihak-pihak terkait untuk memberikan pendapat, bukti tambahan dalam waktu 15 hari dan telah menjadwalkan sidang berikutnya pada 10 Juli.

Kasus yang menimpanya menyusul pengaduan 40 anggota dewan yang menuduh bahwa ia melanggar konstitusi dengan menunjuk Phichit Chuenban, yang pernah divonis bersalah sebagai Menteri Kantor Perdana Menteri.

Kasus kedua yang dapat berujung pada pembubaran Partai Move Forward yang reformis dijadwalkan untuk sidang berikutnya pada 3 Juli.

Kasus ini bermula dari pengaduan Komisi Pemilihan Umum Thailand yang menuduh MFP melanggar hukum dengan mengkampanyekan reformasi hukum penghinaan kerajaan.

Mengenai pemilihan anggota dewan baru yang beranggotakan 200 orang, pengadilan dengan suara bulat memutuskan tindakan organik dalam pemilihan tersebut tidak bertentangan dengan konstitusi, sehingga pemilihan anggota dewan nasional pada tanggal 26 Juni dapat dilanjutkan.

Wakil Presiden Eksekutif Pertama dan Chief Strategy Officer di Siam Commercial Bank Somprawin Manprasert mengomentari peristiwa politik saat ini, dan menyatakan hal tersebut mungkin berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Namun permasalahan krusialnya adalah ketidakpastian kebijakan politik yang mempengaruhi strategi pemerintah, yang pada akhirnya mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Dia mengatakan di tengah ketidakpastian global, hal ini akan semakin meningkatkan ketidakpastian perekonomian Thailand.

Hal ini akan melemahkan kepercayaan investor dan mitra bisnis terhadap Thailand, sehingga menyebabkan mereka mencari negara lain dengan kebijakan yang lebih stabil.

Kemudian hal tersebut akan berdampak negatif terhadap investasi, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan perekonomian Thailand, kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.