Geser Microsoft dan Apple, Nvidia Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Rabu, 19 Jun 2024, 15:28 WIB

JAKARTA - Pembuat chip komputer, Nvidia, menjadi perusahaan paling berharga di dunia setelah harga sahamnya melambung ke level tertinggi sepanjang masa pada Selasa (18/6).

Dilaporkan BBC, saham Nvidia mengakhiri perdagangan Selasa dengan harga hampir $136, naik 3,5%, menjadikannya lebih berharga daripada Microsoft, dan melampaui Apple awal bulan ini.

Ket. Foto: Bos Nvidia, Jensen Huang (61), digambarkan sebagai Taylor Swift-nya teknologi. — Sumber: BBC/Getty Images

Perusahaan Amerika ini membuat chip komputer yang diperlukan untuk perangkat lunak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Permintaan terhadap produknya telah meningkatkan penjualan dan keuntungannya selama beberapa tahun terakhir.

Banyak investor percaya pendapatannya bisa tumbuh lebih besar lagi, yang menyebabkan harga sahamnya melambung tinggi, meski ada juga yang mempertanyakan valuasinya yang setinggi itu.

Reli harga saham pada hari Selasa artinya pasar sekarang menilai perusahaan tersebut sebesar 3,34 triliun dollar AS dengan harga yang hampir dua kali lipat sejak awal tahun ini.

Delapan tahun lalu, harga saham tersebut kurang dari 1% dari harga saat ini.

Persaingan antar pengembang AI sangat ketat. Microsoft, Google-pemilik Alphabet, Meta, dan Apple hanyalah beberapa perusahaan teknologi kelas berat yang berjuang untuk menciptakan produk yang unggul di dunia.

Persaingan ini menguntungkan Nvidia, yang mendominasi sebagian besar pasar chip AI.

Oleh karena itu, investor yakin nilai perusahaan akan terus meningkat. Angka penjualan dan laba Nvidia telah melampaui ekspektasi banyak analis dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Mei, setelah serangkaian hasil keuangan terbaru dipublikasikan, analis teknologi Quilter Cheviot, Ben Barringer mengatakan, perusahaan ini "sekali lagi berhasil melewati rintangan yang sangat berat".

"Permintaan juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti," tambahnya.

Namun, sebagian kecil lebih berhati-hati.

Pada bulan Februari, analis kredit Barclays, Sandeep Gupta berpendapat, pangsa pasar Nvidia yang besar akan sulit dipertahankan mengingat semakin banyaknya pesaing, dan mempertanyakan bagaimana pelanggan Nvidia akan memonetisasi perangkat lunak AI.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.