Beasiswa Mahasiswa Perlu Sasar Keluarga Menengah

Jumat, 14 Jun 2024, 19:27 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, mengusulkan adanya beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga menengah. Menurutnya, kelompok tersebut kerap luput dari bantuan pembiayaan pendidikan tinggi.

"Prestasi itu kan tidak melulu sebenarnya untuk yang tidak mampu, tapi sebenarnya yang di kelas menengah inilah sasaran utamanya. Yang tadi saya bilang mereka ini ada di kelompok di tengah-tengah," ujar Ratih, dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (14/6).

Ket. Foto: Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru. — Sumber: istimewa

Dia menjelaskan, model pembiayaan UKT dapat dieksplorasi menjadi lebih adil. Tidak hanya meringankan beban bagi keluarga yang tidak mampu tetapi juga bagi keluarga kelas menengah yang memiliki lebih dari satu anggota keluarga yang mengenyam pendidikan tinggi.

Ratih menambahkan, pihaknya juga memahami kekhawatiran yang muncul di masyarakat terkait isu kenaikan UKT di tahun depan. Ratih menegaskan bahwa pihaknya mendorong kebijakan pendidikan yang inklusif dan juga berkelanjutan.

"Memastikan bahwa setiap siswa-siswi kita itu memiliki akses, tidak peduli dengan latar belakang ekonomi mereka seperti apa yang penting mereka memiliki akses ke pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa beban finansial yang berlebihan," katanya.

Perluasan Akses

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Haris, mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan perluasan akses pendidikan tinggi. Saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi masih sangat rendah, yakni 31,45 persen.

"Kalau ada siswa SMA yang lulus 100 orang, kita baru bisa menyediakan ruang salur sekitar 31 mahasiswa yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi," katanya.

Dia menerangkan, pihaknya tengah mencoba sebuah terobosan yang disebut pre-university yang sudah dijalankan Universitas Indonesia (UI). Dia mendorong perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) untuk bisa mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Haris menuturkan, program tersebut memberi kesempatan kepada siswa SMA untuk bisa mengambil mata kuliah di perguruan tinggi. Nantinya, setelah siswa tersebut lolos ke perguruan tinggi, maka akan mendapatkan kredit SKS.

"Ini paling tidak sudah memberikan penghematan waktu. Katakan lolos UI, dia sudah membawa 5 SKS paling tidak sudah mengurangi masa kuliah juga," katanya.

Haris menyebut, program pre-university ini bisa dijalankan secara daring. Dengan demikian tidak akan ada beban dosen untuk menyediakan ruang kelas di kampus. "Ini saya pikir sebagai terobosan untuk memberikan ruang akses yang lebih efisien dan juga mungkin terutama bagi para siswa ini juga bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi," terangnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.