Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skrining Kekerdilan dan TBC Belum Mencapai Setengah dari Jumlah Anak

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skrining Kekerdilan dan TBC Belum Mencapai Setengah dari Jumlah Anak Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Seorang balita saat sedang diukur tinggi badannya oleh petugas Posyandu dalam kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting melalui program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas).

TANGERANG - Jumlah anak di Kota Tangerang sekitar 80.000 yang harus di skrining untuk kasus stunting dan TBC. Namun, hingga kini jumlah yang sudah di skrining belum mencapai setengah. Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyebutkan, skrining stunting dan TBC baru 32.000 anak.

Pelaksana Harian Dinkes Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, Rabu, mengatakan, skrining dilakukan dalam kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting melalui program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas). Dia menjelaskan, jumlah skrining paling banyak terdapat di Ciledug, dengan total 3.766 anak dari target 7.376 anak.

Kedua, Kecamatan Periuk dengan target 6.000 tapi baru di bawah 3.000. Ketiga, Kecamatan Larangan dari target 6.000, baru hampir 3.000 anak. "Capaian selama satu pekan sejak kegiatan skrining dilaksanakan 1 Juni, sudah bagus. Secara akumulasi mencapai 40 persen," kata Mugiya Wardhany. Intervensi serentak pencegahan stunting melalui program Gertak Tangkas dilaksanakan di lebih 1.000 Posyandu.

Mugiya menjelaskan, Pemkot Tangerang memastikan pada bulan bulan Juni ini, 100 persen anak Kota Tangerang datang ke Posyandu untuk diukur pertumbuhannya. Ini mulai dari berat, panjang, dan tinggi badan. Lalu, diinput ke dalam aplikasi SiData dan e-PPGBM.

Dinkes Kota Tangerang bersama seluruh OPD akan intervensi khusus kepada anak-anak yang terindikasi stunting. "Harapannya, tidak ada lagi anak-anak Tangerang yang terlambat ditangani," katanya. Tren prevalensi stunting balita Kota Tangerang menurun dari tahun 2018 sebanyak 19,1 persen menjadi 11,8 persen tahun 2022. Kenaikan terjadi pada tahun lalu mencapai angka 17,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.