Unicef: Hampir 400 Juta Anak Alami Kekerasan di Rumah

Rabu, 12 Jun 2024, 00:00 WIB

NEW YORK - Dana Anak-Anak PBB atau UN Children's Fund (Unicef), pada Senin (10/6), mengatakan hampir 400 juta anak di bawah usia lima tahun, sekitar 60 persen dari kelompok usia tersebut secara global, mengalami kekerasan fisik dan psikologis di rumah, mulai dari pukulan hingga penghinaan.

Dikutip dari The Straits Times, perkiraan Unicef terbaru ini mencerminkan data dari 100 negara yang dikumpulkan dari tahun 2010 hingga 2023, dan mencakup hukuman fisik dan agresi psikologis.

Ket. Foto: Seorang ibu dan anak berjalan di alun-alun Bolivar untuk memprotes tingginya tingkat pelecehan seksual terhadap anak-anak di Bogota, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/JUAN PABLO PINO

Bagi Unicef, pelecehan psikologis dapat mencakup membentak seorang anak atau menyebut mereka bodoh atau malas, sedangkan kekerasan fisik mencakup mengguncang, memukul atau menampar seorang anak, atau tindakan apa pun yang dimaksudkan untuk menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan fisik tanpa cedera.

"Dari hampir 400 juta anak tersebut, sekitar 330 juta di antaranya mengalami hukuman fisik," kata badan PBB tersebut.

Meskipun semakin banyak negara yang melarang hukuman fisik terhadap anak-anak, hampir 500 juta anak di bawah usia lima tahun tidak dilindungi secara hukum terhadap praktik-praktik tersebut.

Menurut Unicef, lebih dari satu ibu atau orang dewasa yang bertanggung jawab percaya bahwa hukuman fisik diperlukan untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik.

"Ketika anak-anak menjadi sasaran pelecehan fisik atau verbal di rumah, atau ketika mereka kehilangan perhatian sosial dan emosional dari orang yang mereka cintai, hal ini dapat melemahkan rasa harga diri dan perkembangan mereka," kata Direktur Eksekutif Unicef, Catherine Russell, dalam sebuah pernyataan.

Pengasuhan dan pengasuhan yang menyenangkan dapat mendatangkan kegembiraan dan juga membantu anak-anak merasa aman, belajar, membangun keterampilan, dan menavigasi dunia di sekitar mereka.

Akses Bermain

Untuk pertama kalinya, Unicef menerbitkan temuan mengenai akses yang dimiliki anak-anak untuk bermain, untuk memperingati Hari Bermain Internasional yang pertama pada tanggal 11 Juni.

Menurut data dari 85 negara, satu dari setiap dua anak berusia empat tahun tidak dapat bermain dengan orang yang mengasuh mereka di rumah, dan sekitar satu dari delapan anak di bawah usia lima tahun tidak memiliki mainan sama sekali.

Sekitar 40 persen anak-anak berusia dua hingga empat tahun tidak mendapatkan stimulasi yang cukup atau interaksi yang bermakna di rumah.

"Satu dari 10 orang tidak memiliki akses terhadap aktivitas penting untuk mendorong perkembangan kognitif, sosial, dan emosional, seperti membaca, bercerita, menyanyi, dan menggambar," kata Unicef.

"Pada Hari Bermain Internasional yang pertama, kita harus bersatu dan berkomitmen kembali untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak dan mempromosikan pengasuhan yang positif, mengasuh, dan menyenangkan," kata Russell.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.